
"Iya, kurang lebih pukul 02:30 aku terbangun karena bunyi bel, aku pikir Ridwan yang pulang tapi." ucap Sani sambil menceritakan malam itu.
"Hendri." ucap Sani sambil menatap wajah Hendri.
"Sani minuman kita habis, oleh karena itu aku ingin pergi ke bar untuk minum di sana." ucap Hendri sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Dimana Ridwan." ucap Sani sambil menatap Hendri.
"Kalau Ridwan yang datang pasti kau menolaknya kan." ucap Hendri sambil menatap wajah Sani.
"Tidak boleh kalian telah terlalu banyak minum." ucap Sani sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku mohon hari ini kan ulang tahunku biarkan kita pergi aku mohon jangan menolak, aku mohon aku berjanji akan kembali dalam waktu 2 jam, aku mohon." ucap Hendri sambil menatap wajah Sani.
"Baiklah hanya 2 jam." ucap Sani sambil menatap wajah Hendri.
__ADS_1
"Aku berjanji hanya 2 jam saja, terima kasih Sani." ucap Hendri sambil tersenyum manis dan berjalan meninggalkan Sani.
"Dan setelah itu aku menutup pintu dan kemudian aku tertidur." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan sambil meneteskan air matanya.
"Thank you." ucap pengacara.
"Terimakasih kau boleh duduk sekarang, yang mulia sekarang aku akan membawa saksi ku yang kedua tuan Haris manajer di bandara." ucap penterjemah bahasa Indonesia.
"Silahkan." ucap pak hakim sambil menulis di sebuah kertas.
"Mr. Haris what .." ucap pengacara sambil berjalan mendekati tuan Haris.
"Tuan Haris apakah tuan Hendri ada di bar mu dari pukul 02.30 hingga pukul lima." ucap petugas penerjemah bahasa Indonesia.
"Iya, itu benar."ucap tuan Haris sambil menatap petugas penterjemah.
__ADS_1
"Menurut informasi Hendri datang ke bar mu sekitar pukul 02:30 dan mengambil sebotol wiski dan tidak membayarnya terlebih dahulu, dia terus minum hingga pukul 05.00, dia memberikan jam tangannya seharga 100 dolar karena ia harus membayar 50 dolar dan setelah itu dia pergi." ucap penterjemah sambil menyerahkan barang bukti jam tangan kepada pak hakim.
"Now you are given." ucap pengacara kepada Ridwan.
"Sekarang kau diberikan kesempatan untuk berbicara membela dirimu." ucap petugas penterjemah sambil menatap ke arah Ridwan.
"Yang mulia yang dikatakan pak pengacara itu
tidak benar karena malam itu setelah minum kami tidak pernah pergi ke bar lagi, orang ini mengatakan satu hal yang sangat memalukan hari itu dia mengatakan kepadaku untuk bertukar pasangan untuk satu malam." ucap Ridwan sambil menunjuk kearah Hendri dan semua para tamu sangat terkejut.
"Menukar pasangan ya ampun." ucap istri pak Joko dan istri pak Dono sambil mendekatkan diri pada suaminya masing-masing.
"Karena itu aku marah dan memukulnya dan setelah itu aku menghampiri Novi untuk memberitahukan padanya bahwa suaminya tidak baik." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak hakim.
"Novi." ucap Ridwan sambil membuka pintu kamar Novi dan melihat Novi yang sedang duduk di depan meja hiasnya.
__ADS_1
"Novi jelaskan kepada Hendri untuk bersikap sopan dia tidak tahu diri beraninya dia berkata kepadaku untuk menukar istri untuk satu malam dia benar - benar tidak tahu diri aku akan menghajarnya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Novi dan setelah itu Ridwan berjalan ke arah pintu keluar, dan saat di pintu karena mabuk Ridwan tak sadarkan diri dan tersungkur di lantai.