Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Sani dan Ridwan ke Geneva.


__ADS_3

"29 Desember malam itu Novi di bunuh tapi malam itu juga dia dari Geneva ke Zurich." ucap Ridwan sambil memegang boarding pass Novi.


"Lalu bagaimana mungkin di berada Zurich." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.


Kemudian Sani , Ridwan dan pak Joko bertemu di restorannya.


"Hal ini semakin rumit saja jika Novi yang satu meninggal, lalu bagaimana Novi yang satunya lagi berangkat dari Geneva ke Zurich." ucap pak Joko sambil menatap wajah Ridwan.


"Karena gadis itu bukan Novi tapi orang lain, tatapi dia datang kemari sebagai Novi." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Joko.


"Jadi malam itu yang bersama Hendri adalah seorang gadis, berarti siapa gadis itu." ucap pak Joko sambil menatap wajah Ridwan yang lagi mengingat kejadian di Mauritius Island.


"Di Mauritius island aku melihat Hendri dengan seorang gadis sepertinya di antara mereka ada hubungan dan aku yakin sekali dialah gadis itu untuk mencarinya aku harus ke Genevadan aku yakin dengan boarding pass ini aku bisa menemukan alamat nya, boarding pass inilah kunci kita menemukan gadis itu." ucap Ridwan sambil menyakinkan Sani dan pak Joko.


"Jadi bagaimana kita ke sana di setiap bandara ada penjaga polisi yang ketat." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kalian lewat dari jalan darat saja di sana ada badai salju pasti aman." ucap pak Joko sambil menepuk meja dengan jari tangannya.


Kemudian Ridwan dan Sani mulai melakukan perjalanan yang saat itu badai salju dengan menggunakan mobilnya.


"Lihat Ridwan disini ada pemeriksaan bagaimana jika kita mundur." ucap Sani sambil memakan wortel.


"Tidak mereka pasti curiga kita harus tenang." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya, sambil melihat petugas polisi yang sedang menghentikan setiap mobil yang lewat


"Perlihatkan dokumen kalian." ucap petugas polisi sambil menerima kartu identitas para pengendara motor.


"Pindah lah ketempat supir." ucap Ridwan sambil melihat ke arah petugas.


"kenapa." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.


"Sudahlah lakukan saja." ucap Ridwan sambil melepaskan sabuk pengamannya sambil memegang wortel dan keluar dari dalam mobilnya, setelah itu Ridwan berjalan mendekati mobil yang ada di depannya dan masukkan wortel kedalam knalpot mobil didepannya lalu Ridwan berjalan kembali ke dekat mobilnya.

__ADS_1


"Baiklah selesai, silahkan jalan." ucap petugas polisi sambil membuka portal jalan.


"Yang berikutnya lagi." ucap petugas polisi sambil menggerakkan tangannya.


"Kenapa tidak menyala." ucap seseorang lelaki yang ada di dalam mobil sambil menghidupkan mesin mobilnya, melihat mobil tidak menyala lalu petugas polisi mendekati mobil itu.


"Kenapa pak tidak menyala, ada apa." ucap petugas polisi sambil melihat ke dalam mobil.


"Aku sudah mencoba mobil ini tapi tidak bisa jalan." ucap lelaki yang ada di dalam mobil.


"Ayo..ayo bantu dorong mobil ini." ucap petugas polisi kepada bawahannya dan semuanya petugas berjalan mendorong mobil melihat itu Ridwan ikut mendorong mobil sampai ke portal jalan dan mencabut wortel yang ada di knalpot mobil, dan kemudian mobil bisa hidup kembali.


Sedangkan petugas polisi yang satunya lagi berjalan mendekati mobil Sani dan hanya melirik ke dalam lalu tersenyum kepada Sani.


"

__ADS_1


__ADS_2