
"Benar, disini sangat mewah, kita punya semuanya disini, namun aku merasa gelisah kulkas dan AC disini mampu mendinginkan banyak hal, tapi entah kenapa, itu semua tidak dapat membantuku untuk menenangkan hati ini." ucap Lela sambil memegang dadanya.
Tiba-tiba Anggun datang.
Lela perawat Siska mencari mu." ucap anggun sambil berjalan masuk ke dalam kamar Maria.
"Kau belum makan, belum minum obat." ucap Anggun sambil berdiri di hadapan Lela.
"Setelah kau mencapai trimester akhir, kau akan mengerti ketakutan kami." ucap Lela sambil melihat ke arah Anggun.
"Ok, Maria kami akan pergi." ucap Lela sambil berdiri dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan Anggun dan Maria.
"Ada dengan dia, apakah semua baik -baik saja?."ucap Anggun sambil melihat ke arah Maria.
"Jam berapa sekarang." ucap Maria sambil melihat ke arah Anggun.
"Sekarang hari apa, tanggal berapa, sudah berapa hari sejak kedatanganmu kesini, tanpa kita tahu apa yang terjadi di sekitar kita, kita hanya makan dan tidur." ucap Maria sambil melihat ke arah Anggun.
__ADS_1
"Hei..hei.. kenapa itu kau lampiaskan kepadaku? Kau banyak bertanya, kau tanya Bu Luna dia akan bereskan ayo makan." ucap Anggun sambil melihat ke arah Maria.
"Aku tidak lapar, kau pergilah." ucap Maria sambil melihat kearah jendela kamarnya
"Apa masalah kalian." ucap Anggun lalu pergi meninggalkan Maria sendiri dikamar nya.
Maria terus mengamati merpati yang hinggap di jendelanya, dan kemudian Maria berinsiatif untuk menangkap merpati itu, lalu Maria membuka jendela kamarnya dan kemudian Maria mencari benda yang bisa digunakan seperti pisau untuk bisa membuka jendela, Maria membuka baut jendela dengan menggunakan pisau.
"Siska kasih obat ini kepada Maria." ucap dr. Indra yang sedang menuju pintu kamar Maria.
"Ya dokter." ucap Siska sambil menerima obat yang diberikan dr. Indra kepadanya.
"Baik pak." ucap Siska dan dr. Indra pun pergi meninggalkan Siska.
Akhirnya Maria berhasil membuka baut jendelanya dengan menggunakan pisau setelah itu Maria memanjat keluar untuk meraih merpati, dan saat terkejutnya Maria bahwa ternyata burung merpati itu hanya gambar visual.
"Ah..ah.."teriak Maria memecahkan layar besar yang ada di jendelanya dengan menggunakan kayu jendela, setelah itu Maria meraba pecahan kaca layar dan bersamaan itu juga Siska datang dan membuka pintu kamar Maria dan Maria langsung pura-pura minum air.
__ADS_1
"Ambil ini." ucap Siska sambil memberikan botol obat.
"Terlihat baru." ucap Maria sambil menerima botol obat.
"Dr. Indra yang memberinya dia juga menanyakan kesehatanmu." ucap Siska sambil menatap wajah Maria.
"Aku bisa melihat dengan jelas sekarang." ucap Maria sambil menatap wajah Siska.
Tiba-tiba tablet Android Siska berbunyi tanda darurat dan Maya pun datang ke kamar Maria.
"Maria mereka membawa Lela ke zona 2 untuk melahirkan." ucap Maya yang berada di depan pintu masuk Maria, dan mendengar hal itu Maria langsung keluar dari kamarnya dan berjalan bersama Maya.
"Ah... Sakit." teriak Lela kesakitan yang berbaring di tempat tidur roda.
"Santai saja kami akan tangani." ucap pasien sambil mendorong tempat tidur Lela ke zona 2.
"Lela." ucap Maria dan pintu zona 2 pun tertutup.
__ADS_1
Sedangkan Ridwan, Adi, Irfan,Ali dan Joko terus mengikuti mobil Elisabeth sampai masuk kedalam hutan dan di sana orang suku pedalaman adalah mata - mata Bayu.