
"Bagaimana caranya aku mendapatkan keadilan itu?." ucap Putri sambil menatap wajah Ridwan.
"Kalau kau mau kita akan buat penuntutan untuk kasus ini tapi itu akan sangat sulit untuk dibuktikan, kesempatan kita sangat kecil dan pikirkan lah kalau kau kalah dalam kasus ini, media memang membutuhkan berita sensasional mereka akan menerbitkan kisah mu dihalaman depan koran mereka dan mereka dengan sengaja mencemarkan nama baikmu kau akan kehilangan pekerjaan sebagai petugas polisi, rasa hormat dan perusahaan tidak akan memberikan mu pekerjaan, Ridwan percayalah reputasi akan kau pertaruhkan dan mereka akan menuntut mu dengan kasus pemerkosaan untuk menyelamatkan nama baiknya dan status mereka dan itu telah wajar dilakukan oleh perusahaan yang tidak mau merugi, kau sudah cerita kepada Sani?." ucap Putri sambil menatap wajah Ridwan.
"Belum." ucap Ridwan.
"Bagus, bagus, dengar Ridwan aku ini temanmu sebagai teman aku menyarankan kau mengundurkan diri saja buatlah alasan dengan Sani bahwa kau pindah tugas ketempat yang jauh bersamanya." ucap Putri sambil menatap wajah Ridwan.
Seperti biasa Sani datang ke rumah Ridwan untuk membersihkan kamarnya dan Sani melihat selembar kertas yang berisi tentang pengunduran diri Ridwan.
"Ridwan apakah kau mengundurkan diri." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan yang sedang duduk di sofa.
"Aku melihat surat pengunduran diri ini di saku bajumu." ucap Sani sambil menunjuk surat itu.
__ADS_1
"Iya." ucap Ridwan sambil menunduk wajahnya.
"Tapi kenapa?."ucap Sani sambil menatap Ridwan.
"Nova telah menuduhku melakukan percobaan pemerkosaan." ucap Ridwan sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Apa?." ucap Sani sangat terkejut.
"Begitu banyak yang terjadi tapi kau tidak cerita kepadaku." ucap Sani sambil menatap ke arah Ridwan
"Bagaimana caranya tidak ada yang percaya kepada ku, para staf mengira kalau aku bersalah dan bahkan teman baikku Ali bahkan dia tidak percaya kepadaku , aku baru saja menemui Putri sahabat mu dia bilang kalau pengunduran diri bisa mengakhiri permasalahan ini, aku harus melakukannya, dia bilang kepadaku tidak ada yang percaya kalau seorang wanita melakukan pelecehan seksual kepada pria sekarang tolong katakan kepada ku orang lain saja tidak menerimanya bagaimana aku bisa mengatakannya kepadamu?." ucap Ridwan sambil menundukkan kepalanya.
"Kau tidak perlu membuat aku mempercayainya." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan mendengar hal itu Ridwan sangat terkejut.
__ADS_1
"Aku pasti menerimamu dan semua yang kau katakan, aku yakin kau tidak mungkin melakukan itu, Ridwan kau tidak boleh mengundurkan diri, kalau kau sampai mengundurkan diri maka orang akan percaya bahwa hal itu benar, kau akan di cap sebagai penjahat seumur hidupmu kita akan melawan ini untuk kebenaran dan tuhan ada bersama kita." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
"Sani walaupun keputusan itu memihak kepadanya aku akan melawannya hanya karena kau." ucap Ridwan sambil memeluk Sani.
"Ring..ring." telepon Putri berdering.
"Halo." ucap Putri.
"Halo Putri, aku sudah memutuskan untuk melawannya." ucap Ridwan.
"Dengar Ridwan aku telah menjelaskan kepadamu dan aku akan menjelaskannya lagi." ucap Putri.
"Aku sudah memikirkannya dan aku akan menuntutnya dan Sani setuju dengan keputusan ini." ucap Ridwan sambil memegang teleponnya.
__ADS_1