Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Diana dan pak Amri memfitnah Serly.


__ADS_3

"Pak, berhenti kau telah mengabaikan saya lalu pergi." ucap pak Amri sambil berjalan mendekati lelaki misterius yang sedang duduk di sepeda motornya.


"Minggu lalu kau tidak memberi saya, bahkan sekarang anda tidak memperlakukan saya."di ucap pak Anto mendengar hal itu lelaki misterius mengeluarkan dompetnya.


"Tambahkan lagi dan beri saya." ucap pak Anto sambil melirik uang yang ada di dompet lelaki misterius.


"Ini sudah terlalu banyak untuk anda." ucap lelaki misterius sambil memberikan uang kepada pak Anto.


"Flat lama yang sama." ucap pak Anto sambil melihat sejumlah uang yang diberi lelaki misterius.


"Tidak flat 53." ucap lelaki misterius.


"Serly? dia terlihat seperti gadis yang baik." ucap pak Anto, tetapi lelaki misterius langsung menghidupkan sepeda motornya dan lalu meninggalkan apartemen.


Sedangkan Diana terus mengiba Serly di kedai kelontong.


"Anda tahu,aku telah membeli sayuran bertahun - tahun dari anda, tapi kau memberi kami sayuran tua dan busuk, tapi kau memberikan semua sayur yang bagus kepada pelanggan yang baru yang tersenyum." ucap Diana sambil memilih sayuran.

__ADS_1


"Apa yang ibu katakan? saya akan memberikan anda yang bagus." ucap penjual kelontong.


"Siapa yang kau bicarakan." ucap ibu Dewi yang tinggal di lantai 14.


"Semua pendatang baru, termasuk yang di seberang flat ku." ucap Diana sambil memilih tomat.


"Siapa? Serly istri Angga? dia gadis yang baik?." ucap ibu Dewi sambil memilih cabai.


"Hanya kau yang menghargainya, jika kau mengetahui tentang dia maka kau tidak akan berbicara seperti ini ?." ucap Diana sambil memilih sayuran.


"Awalnya saya pikir dia adalah gadis yang baik, belakang ini banyak hal yang terjadi, suaminya pergi ke kantor, dia memanggil beberapa pria yang aneh dan pria itu mengatakan adalah temannya dan tidak tahu siapa yang dipercaya dan siapa yang mengatakan ini bahkan sekretaris apartemen tidak terlibat." ucap Diana sambil membayar belanjaannya dan lalu pergi berjalan masuk kedalam rumahnya.


Setelah pulang dari rumah sakit saat Angga lagi mencukur jenggotnya.


"Serly kau bilang kau mencintai seseorang pria kan?, siapa namanya?." ucap Angga sambil menatap Serly dari kaca yang lagi bersih - bersih.


"Kenapa kau bertanya?." ucap Serly kebingungan.

__ADS_1


"Tidak ada, nanti begitu bayi kita lahir dan diberi nama dan tanpa di ketahui namanya tidak boleh dirahasiakan." ucap Angga sambil mencuci wajahnya dengan air.


Setelah itu Angga berangkat ke kantor saat memasuki mobilnya tiba-tiba.


"Permisi, Angga." ucap pak Amri sambil berjalan mendekati Angga.


"Ya paman." ucap Angga sambil membalikkan badannya ke arah pak Amri.


"Jika anda tidak keberatan, bisakah saya berbicara dengan anda selama lima menit?." ucap pak Amri sambil menatap wajah Angga.


"Ya, boleh pak, apakah cerita tentang pribadi." ucap Angga sambil menatap wajah pak Amri.


"Ya, pribadi anda, Serly," ucap pak Amri sambil menceritakan tentang Serly dan memfitnah Serly bahwa Serly bermain dengan mantan pacarnya, mendengar cerita pak Amri Angga bertambah sangat benci kepada Serly.


"Kalau gitu saya pergi dulu soalnya saya mau ketempat anak saya." ucap pak Amri sambil berjalan meninggalkan Angga yang sangat marah dengan tingkah laku Serly dan Angga lalu masuk kedalam mobilnya.


"Selamat pagi pak." ucap pak Anto sambil mendekati Angga yang sedang berada di dalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2