
"Cepatlah." ucap Sani.
"Wow kau minum terlalu banyak." ucap putri sambil mengambil minuman yang di minum Ali.
"Sayang kau ini bagaimana, aku pikir setelah kita bertunangan, kau akan menyiapkan makanan dengan tangan mu sendiri, jangankan makanan minuman saja aku dilarang." ucap Ali sambil tertawa dengan teman yang lain.
"Jadi kau mau menikahi ku hanya untuk membuat makanan untukmu, itu mau mu." ucap putri sambil merajut.
"Jangan begitu sayang bukan itu maksudku, aku akan mencari cara untuk menghilangkan rasa haus ku ini." ucap Ali sambil merangkul pundak Nova yang sedang duduk di kursinya.
"Maksudnya." ucap putri sambil merajut.
"Begini caranya setiap tetes air jika kau sentuh akan terasa jadi mawar." ucap Ali sambil memasukkan jari putri kedalam minuman lalu menjilati nya.
"Ah...wow.." semua orang terkejut dan putri langsung malu dan menutup wajahnya.
"Hai Sani."ucap Dina sambil memberikan buket bunga kepada Sani.
"Terimakasih." ucap Sani sambil tersenyum menerima buket bunga dari Dina.
"Rumah yang bagus." ucap Dina sambil melihat rumah Ridwan lalu Sani mengajak Dina bergabung dengan putri.
__ADS_1
"Hei Ridwan.." ucap Ali yang melihat Ridwan berlari ke arah Sani dan para tamu yang lain.
"Baru pertama kalinya para tamu menyambut tuan rumah." ucap Ali sambil tersenyum melihat Ridwan.
"Kau mengejek ku." ucap Ridwan sambil memeluk Ali dan tertawa.
"Sekarang katakan pada ku apa yang kalian bicarakan." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani
"Beritahu Akbar apa artinya cinta." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
"Menurutku arti cinta adalah cinta mempunyai menyakinkan, hasrat dan kesetiaan dengan semua kualitas itu tidak akan membuat orang menjadi tidak setia." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.
"Wow, luar biasa." ucap Ali dan teman yang lain.
"Katakan apa yang terjadi ketika orang sedang jatuh cinta, itu pertanyaan bagus kau katakan kepada kami." ucap Akbar sambil menatap wajah Ridwan.
"Hatiku tidak tenang, seakan ketenangan membunuhku, kenapa aku jadi aneh begini." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan dari kejauhan.
"Ini dinamakan cinta." ucap Ridwan sambil tersenyum kepada Sani.
"Hatiku berdetak keras, aku pun tak sadarkan diri." ucap Sani sambil berdansa dengan Ridwan.
__ADS_1
"Kau pun membuat diriku menjadi sinting." ucap Ridwan sambil mengelus rambut Sani.
"Inilah yang dinamakan cinta." ucap Sani dan Ridwan sambil berdansa.
Setelah acara pesta selesai seperti biasanya saat Ridwan ingin tidur dan saat di depan kaca Ridwan melihat ada bekas cakaran di dadanya dan melihat itu Ridwan teringat kejadian bersama Nova.
Keesokan harinya seperti biasa Ridwan datang ke perusahaan.
"Selamat pagi pak." ucap lenny sambil menatap wajah Ridwan.
"Iya selamat pagi." ucap Ridwan sambil menatap wajah lenny.
"Pak Robert sudah menunggumu terlalu lama." ucap lenny.
Selamat pagi pak anda memangil ku." ucap Ridwan sambil berjalan masuk kedalam ruangan pak Robert yang di sana Nova sedang duduk di kursinya.
"Ini surat pengunduran dirimu tandatangani ini, kau harus mengundurkan diri dari perusahaan ini." ucap pak Robert sambil meletakkan kertas putih di atas mejanya.
"Apa alasan nya pak." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Robert.
"Kau bertanya apa alasannya? haruskah ku beritahu kau telah mencoba memperkosa istriku." ucap pak Robert dengan sangat marah.
__ADS_1
"Apa.? pak ini bohong ini kebohongan besar, Nova apa yang kau katakan padanya tentang aku." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova yang tertunduk sedih