Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Sani menjumpai Nova


__ADS_3

Mendengar ucapan Nova Ridwan hanya terdiam dan langsung mematikan teleponnya, tetapi tanpa sepengetahuan Ridwan Sani telah mendengar percakapan Nova di telepon rumahnya.


Nova yang sedang berada di kantor terus menambah maskara nya dan menatap wajahnya di kaca agar terlihat menarik di mata Ridwan.


"Tok..tok." tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya.


"Masuklah." ucap Nova sambil tersenyum akan kedatangan Ridwan.


"Ayo Ridwan." ucap Nova sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Ridwan yang terus berdiri di depan mejanya.


"Aku merasa tidak enak melihatmu tidak berdaya dan saat di pengadilan kau tidak bisa berbuat apa-apa, sungguh hatiku menangis untukmu."ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan dengan rayuannya.


"Aku tidak ada bermaksud buruk kepadamu kau tahu itu, hidupku hanya punya satu peraturan kau harus kehilangan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu benarkah Ridwan?."ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


"Kau benar Nova dalam kehidupan ini tidak ada yang gratis, aku ingin hidupku kembali dan untuk itu aku bersedia untuk membayar apa saja." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova yang tersenyum manis kepadanya.


"Bagus, hidupmu sekarang akan kembali ikut aku." ucap Nova sambil menarik tangan Ridwan dan menyuruh Ridwan duduk di sofanya, lalu Nova menghidupkan music agar suasana menjadi romantis.


"Kau hidupkan hasrat ku, aku ingin bercinta dengan mu, aku tidak suka bermasalah denganmu kekasih." ucap Nova sambil meraba-raba tubuh Ridwan.


"Puaskan aku sayang, bawa aku ke pelukanmu sayang, cium aku sayang." ucap Nova sambil menciumi leher Ridwan yang hanya seperti patung.


"Ring..ring." telepon kantor berdering sehingga membangunkan Nova dari angan-angannya bersama Ridwan.


"Iya."ucap Nova sambil menekan tombol teleponnya.


"Bu, ada yang ingin bertemu dengan anda." ucap staf Nova.

__ADS_1


"Suruh dia masuk." ucap Nova sambil mematikan teleponnya.


Setelah itu Sani berjalan masuk kedalam ruangan Nova yang sedang duduk di kursinya.


"Aku sudah menelepon Ridwan." ucap Nova sambil duduk di kursinya.


"Kau bisa menelpon ku, apa bedanya aku dan Ridwan." ucap Sani sambil berdiri menatap wajah Nova.


"Ada perbedaan, lagi pula pengadilan akan mengambil keputusan minggu depan dan dia akan kalah dalam kasus pelecehan seksual yang diajukan kepada ku, dia akan kalah dan aku akan menuntutnya dalam kasus pemerkosaan terhadap ku dan dia juga akan kalah dalam kasus itu, setelah itu dia akan di penjara selama 7 tahun, aku bisa menyelamatkan Ridwan dari hukuman itu." ucap Nova sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke jendela ruangannya.


"Dan aku bisa mengembalikan posisi nya di pemerintahan dan di perusahaan tapi ada syaratnya, katakan pada Ridwan dia harus menyelesaikan tugasnya yang belum selesai dia harus mau menjadi pria simpan ku seumur hidup." ucap Nova sambil menatap wajah Sani.


"Aku datang kemari aku kira kau telah menyadari kesalahanmu, aku tahu kalau kau bersalah, tapi aku belum tahu kalau kau wanita murahan." ucap Sani sambil menatap wajah Nova.

__ADS_1


__ADS_2