Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Maria berbaur dengan ibu hamil yang lain


__ADS_3

"Benarkah, boleh aku lihat." ucap Maria sambil melihat kearah monitor.


"Tidak." ucap Indra sambil mengarahkan monitor ke samping.


"Toh itu bayiku, kenapa tidak bisa?."mereka akan mengambilnya saat lahir."ucap Maria sambil menatap wajah Nikolas yang terus melihat ke arah monitor dan saat itu juga Maria mendekat kan wajahnya ke Indra.


"Apa?." ucap Indra sambil menatap wajah Maria.


"Aku melihat bayangan bayi di kacamatamu." ucap Maria sambil tersenyum.


Setelah itu Nikolas lalu mematikan monitornya dan saat berjalan keluar dari ruangan.


"Terimakasih telah menunjukkan bayiku dokter." ucap Maria sambil tersenyum setelah itu Maria yang di temani Siska keluar dari ruangan Indra dan pergi ke ruangan makanan.


Sesampai di ruangan makan Siska mengajarkan cara ingin mendapatkan makanan dengan cara memasukkan tangan kanan ke alat canggih dengan tangan kanan yang di beri gelang karet, setelah itu perawat yang berdiri menjaga makanan memberikan piring kepada Maria, setelah itu Maria memilih makanan yang ada di atas meja dan setelah itu Maria berkumpul dengan ibu pengganti yang lain yang sedang duduk di meja makan, dan saat itu semua ibu hamil melihat ke arah Maria.


"Maria." ucap Maria memperkenalkan diri.


"Nama yang bagus." ucap ibu hamil yang bernama Lela.


"Hem.." ucap Maya seorang ibu hamil yang suka bikin onar.

__ADS_1


"Maya dia akan sekelompok denganmu nanti." ucap Siska sambil berjalan mendekati Maya


"Maya, bulan ke 5." ucap Maya sambil menatap wajah Maria.


"Lela bulan ke tujuh." ucap Lela sambil memperkenalkan diri kepada Maria.


"Yanti bulan ke 6." ucap Yanti sambil menatap wajah Maria.


"Anggun bulan 4." ucap anggun sambil menatap wajah Maria.


"Ada kari ayam dan sambal." ucap Lela kepada Maria yang hanya mengambil ikan di meja makan.


"Tolong berikan sausnya." ucap Maria kepada Maya.


"Perawat." ucap Maria karena melihat Maya menentangnya dan dengan cepat Maya memberikan botol saus kepada Maria


"Kau gila saus dengan ikan?." ucap Anggun sambil melihat ke arah Maria yang menuangkan saus begitu banyak ke piringnya.


"Tidak pernah coba?, mau coba?." ucap Maria sambil melihat ke arah Anggun.


"Berikan Maya." ucap Maria sambil menyodorkan saus kepada Maya.

__ADS_1


"Hei ..beraninya kau menyuruh Maya kau tidak tau Maya pemimpin geng zona 2 tidak ada yang melakukan apapun tanpa izinnya."ucap Yanti sambil menatap wajah Maria yang sedikit ketakutan.


"Perawat sudah pergi." ucap Maya sambil menatap tajam Maria.


"Aku harus bagaimana?." ucap Maria sambil melirik ke arah Lela.


"Maya biarkan dia?." ucap Lela sambil menatap wajah Maya.


"Tidak, kau harus pergi ke zona dua kau akan temukan gudang kita semua kebutuhan kita akan tersedia di sana ambilkan aku sebungkus rokok dari sana." ucap Maya sambil menatap wajah Maria.


"Kau masih disini?." ucap Maria menatap dengan tajam.


"Bagaimana mana aku sampai di sana?." ucap Maria kepada Lela.


"Anu, hei.."ucap Lela sambil menunjukkan pintu masuk.


"Urus sendiri." ucap Maya sambil menatap tajam Maria dan dengan agak gugup Maria berjalan ke arah pintu yang di tunjukkan Lela.


"Kita tidak di bolehkan ke zona 2." ucap Lela sambil menatap wajah Maya.


"Gak urusan ku." ucap Maya sambil menyuap nasi nya.

__ADS_1


__ADS_2