Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Susi di tembak Ali.


__ADS_3

"Untuk itu kita harus selalu didepan mereka." ucap Abi sambil menatap wajah Ali dan Frenky.


Ridwan, Sani dan pak Azis mulai menonton video kamera Cctv-nya sewaktu di penginapan di Malaysia bersama Abi, di dalam sebuah video Abi berbicara dengan seorang juru masak dan Ridwan mulai membesarkan suara video-nya.


"Terimakasih banyak atas perhatiannya, makanan sangat lezat." ucap Abi kepada suster yang berdiri di hadapannya.


"Aku harus membalas kebaikanmu, hanya ini yang bisa kuberikan padamu." ucap Abi sambil memberikan sebuah buku.


"Pelit sekali Abi Khadafi ini dia punya rekening jutaan dolar di bank Swiss." ucap Sani sambil menatap Vidio Abi.


"Dan dia hanya memberi Alkitab kepada juru masak itu." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.


"Cookie?siapa namanya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.

__ADS_1


"Bukan..bukan.. namanya Susi, tapi karena dia juru masak wanita, maka jadi cookie." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan, lalu Ridwan mulai memperlambat Vidio tersebut.


"Tak ada apa - apa didalamnya itu hanya Alkitab Gideon biasa." ucap pak Azis sambil menatap wajah Ridwan


"Sebentar." ucap Ali langsung berdiri dari tempat duduknya dan memeriksa Alkitab yang di berikan Abi kepada juru masak, saat melihat video itu Ridwan lalu keluar dari ruangan pak Azis.


"Sebentar Ridwan." ucap Sani mencoba menghentikan langkah Ridwan.


"Apa kau bisa menemukannya." ucap Sani sambil menatap Ridwan yang sedang membalikkan badannya kearah Sani dan pak Azis.


"Kita bisa mendapatkan alamat Susi dari kedutaan." ucap pak Azis, setelah alamat Susi dapat Ridwan dan Sani langsung menuju rumah Susi dengan menaiki Vespa.


"Semua sistem berada dalam kendali Abi, sebaliknya jika Susi tinggal di Bangkok, pastinya ia tidak akan mendapatkan tugas di tempat persembunyian di Malaysia." ucap Ridwan sambil melirik wajah Sani.

__ADS_1


"Tapi apa yang lebih penting dari Alkitab itu?." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.


"Itulah yang harus kita selidiki." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Tolong cepat." ucap Ridwan kepada supir Vespa, setelah sampai di tempat Susi, Ridwan dan Sani turun dari Vespa dan berjalan berpegangan tangan saat menyebrangi rumah Susi, setelah itu Sani dan Ridwan telah sampai di depan pintu rumah Susi.


"Ridwan." ucap Sani sambil menunjukkan papan nama Susi di depan pintu masuk rumahnya, melihat itu Ridwan menekan tombol bel pintu rumahnya, dan mengambil senjata dari kantong celananya belakang dan memegangnya sambil membuka pintu rumah Susi.


Saat pintu rumah susi tidak terkunci Sani dan Ridwan masuk perlahan - lahan dan melihat Susi sudah mati di tembak di bagian dadanya dan mayatnya terletak di lantai, melihat kejadian itu Ridwan dan Sani langsung terkejut.


"Ali." ucap Ridwan sambil membayangkan Ali telah menembak Susi 2 x di dadanya.


"Abi lebih cerdik dari kita, tapi Ali tak kalah cerdik, aku pasti akan menemukan beberapa bukti disini." ucap Sani sambil memeriksa semua barang yang ada di rumah Susi.

__ADS_1


"Alkitab tidak ada disini." ucap Ridwan sambil memeriksa lemari buku dan lemari meja yang ada di rumah Susi.


"Dia memindahkannya ke suatu tempat, dan juga telah mengirim, catatan laporan pengiriman, hpnya terletak di bawah kursi tamu." ucap Sani sambil menunjukkan ponsel yang di dapatnya kepada Ridwan.


__ADS_2