
"Apakah ada yang mengenali Serly dengan baik?." ucap Ridwan.
Setelah itu pak Amri berjalan bersama di halaman apartemen.
"Tidak ada, apa- apa pertanyaan mengenai Angga dia sangat baik, saya pikir Serly juga sama,tapi dia bukan begitu, saya berada di blok sama dengannya dan bertetangga dan saya memperhatikan semua aktivitasnya." ucap pak Amri sambil memegang sebuah payung sambil berjalan bersama dengan Ridwan.
Saya menasehati seperti sebagai seorang ayah Serly menolaknya, tapi saya merasa kasihan kepada mereka berdua." ucap pak Amri sambil menghentikan langkahnya.
Kemudian Ridwan bertanya lagi kepada penghuni apartemen yaitu anak muda bernama Andre dan teman - temannya.
"Pak, jika saya perlu sesuatu saya akan minta kepada kakak itu, setahu kami kakak itu sangat baik.
"Kamu ada rokok." ucap Ridwan sambil menatap wajah Andre.
"Pak, pada bulan akhir kebanyakannya Serly berkumpul di kampungnya." ucap Andre sambil memberikan rokok kepada Ridwan.
"Kampung mana.?" ucap Ridwan sambil memasang rokok.
"Di Tanggerang pak." ucap Andre mendengar hal itu Ridwan teringat masa lalunya dengan Serly.
Saat Ridwan di halte menunggu bus.
"Bus akan tiba habiskan teh ayo cepat dan bayar." ucap Ridwan yang sedang duduk di kedai kopi bersama teman- temannya
__ADS_1
"Kita akan naik bus seterusnya." ucap William dan Ridwan langsung menatap wajah William.
"Kenapa anda bereaksi seperti itu, gadis yang anda suka naik bus itu?." ucap William sambil menatap wajah Ridwan.
"Betulkah." ucap Ridwan sambil tersenyum.
"Hei apakah kau tidak tahu kalau dia membeli tiket untuk gadis itu." ucap Eko.
"Hati - hati jangan terlalu emosi sampai - sampai membeli tiket untuk pemandu juga." ucap Ridwan sambil mengisap rokoknya.
"Hahaha." semuanya tertawa.
"Hei.. kenapa semuanya tertawa apakah kalian semuanya tahu tentang cinta apakah kalian telah mendengar kisah cinta Romeo dan Juliet." ucap Eko
"Hahaha." semuanya tertawa dan tiba-tiba bus datang dan Ridwan melihat Serly duduk di sebelah jendela kaca bus dan Serly dan Ridwan bertatap.
"Pegang ini." ucap Ridwan sambil memberikan gelas kopi kepada William lalu bergegas mendekati bus.
"Kemana dia pergi." ucap Ridwan sambil menggaruk kepalanya melihat kearah tempat duduk Serly.
"Hai.." ucap Serly dari belakang sambil tersenyum.
"Hai." ucap Ridwan sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Terimakasih banyak." ucap Serly sambil menatap wajah Ridwan.
"Kenapa." ucap Ridwan kebingungan.
"Hari itu di kampus." ucap Serly sambil tersenyum manis.
"Oh.." ucap Ridwan.
"Siapa gadis itu? dia baru?." ucap Wiliam kepada teman- temannya sambil melihat ke arah Ridwan dan Serly.
"Saya dapat tempat di kampus di Tanggerang aku hanya ingin memberitahu itu." ucap Serly sambil tersenyum.
"Kamu naik bus ini setiap hari berangkat ke kampus?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Serly.
"Selamat tinggal." ucap Serly sambil berlari masuk ke dalam bus
"Nampaknya dompetnya akan kosong, tidak lama lagi." ucap William sambil melihat ke arah Ridwan dan Serly.
Setiap harinya Ridwan selalu melihat jarum jamnya dan selalu menunggu bus Serly di kedai kopi bersama teman - temannya.
"Ayo bus sudah datang." ucap Ridwan sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo cepat,naik .." ucap Wiliam sambil berlari masuk ke dalam bus sedangkan Ridwan terus mencari Serly apakah Serly berada di bus itu.
__ADS_1