
Maria yang tidak tau bahwa zona 2 tidak bisa di masuki selain staf di sana, tanpa pikir panjang Maria berjalan masuk ke zona 2 sehingga keberadaannya dapat di ketahui oleh pihak keamanan yang bernama Satria yang bertugas di ruang kendali, saat di zona dua Maria terus mengamati setiap pintu ruangan yang tertulis recovery room dan store room dan karena penasaran Maria langsung mendekati pintu store room sedangkan Satria terus berjalan mencari Maria dan saat Maria mau ditangkap Indra muncul .
"Hei kau siapa?." ucap Satria sambil menatap Maria yang sangat terkejut.
"Kau tidak boleh kesini." ucap Indra kepada Maria.
"Satria aku akan ambil alih dari sini, pergilah." ucap Nikolas sambil menatap wajah Maria.
"Ok." ucap Satria lalu pergi berjalan meninggalkan Maria dan Nikolas.
"Kau tidak di bolehkan kesini, ini zona terlarang hanya dokter dan staf yang boleh masuk, kau tidak boleh datang ke sini lagi." ucap Nikolas sambil menatap wajah Maria.
"Aku datang ingin mengambil tasku, aku perlu." ucap Maria sambil menatap wajah Indra.
"Jangan khawatir dengan tas mu, tas mu aman, akan dikembalikan di saat kamu pergi."ucap Indra sambil menundukkan kepalanya.
"Aku tidak pernah jauh dari adikku sejak kami masih kecil aku merindukannya, gaunnya ada di dalam tasku aku tidak bisa tidur tanpa itu tidak bisa kau membantuku?." ucap Maria sambil menatap wajah Indra.
__ADS_1
"Hanya pasien yang boleh kesini." ucap Nikolas sambil menatap wajah Maria.
"Siapa pasien?, hei siapa pasien apakah aku tidak terlihat seperti pasien?."ucap Maria sambil menatap wajah Indra
"Jangan berisik di sini tolong pengertiannya, mereka tidak akan kembali, tasmu dan apa yang kau lakukan , ikut aku, aku akan membawamu ke kamarmu." ucap Indra sambil berjalan.
"Adikku, tas." ucap Maria.
"Kami akan di pecat jika seseorang melihatmu disini ayo." ucap Indra
Ridwan dan Adi sedang mengamati mobil Alex tiba - tiba pak Suyatno datang.
"Ridwan."ucap pak Suyatno sambil berjalan mendekati Ridwan.
"Iya pak." ucap Ridwan sambil melihat ke arah pak Suyatno.
"Apakah ada sesuatu?." ucap pak Suyatno.
__ADS_1
"Pak perkenalkan AKP Adi ucap Ridwan." sambil menatap ke arah Adi.
"Apa kabar pak." ucap Adi sambil bersalaman dengan pak Suyatno.
"Baik, terimakasih, apakah ada yang menarik?." ucap pak Suyatno sambil melihat ke arah Adi.
"Ini pembunuhan yang terencana pak." ucap Adi sambil menatap wajah pak Suyatno.
"Apa ...?! sungguh, bukankah mereka mati karena sesak nafas?."ucap pak Suyatno dengan penasaran.
"Ya..akan aku jelaskan." ucap Adi, sambil menulis di dinding tentang kimia.
"Tiga bahan kimia memicu penyebaran kantong udara, kedua bahan kimia ini bergabung untuk memacu memancarkan nitrogen yang berbahaya, dan mereka menambahkan bahan kimia ketiga ini untuk menyebarkan nitrogen bahan kimia itu adalah silikon dioksida, tapi seseorang telah mengeluarkan bahan kimia ketiga dari kantong udara." ucap Adi sambil menatap wajah Ridwan dan pak Suyatno.
"Bagaimana kau yakin bahwa seseorang telah mengeluarkannya bisa jadi cacat produksi?." ucap pak Suyatno sambil menatap mobil Alex.
"Benar pak, jika hanya satu kantong udara yang di buka, bisa jadi itu cacat tapi ini semua 6 kantong udara yang terbuka dan tak satupun yang memiliki bahan kimia ketiga tampaknya murni yang di sengaja." ucap Adi sambil menatap wajah pak Suyatno.
__ADS_1