Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Maria di tangkap dr. Indra.


__ADS_3

"Maria apa yang sedang kau bicarakan, ini layanan ibu ganti." ucap Bu Luna sambil menatap wajah Maria.


"Cukup jangan berbicara manis, cukup kebohonganmu katakan apa yang terjadi di sini." ucap Maria sambi mengarahkan pisau bedah ke arah Bu Luna.


"Maria, jangan tanya apapun padanya." ucap dr. Indra sambil berdiri di depan pintu dan dengan cepat Maria menarik tubuh Bu Luna lalu memiting leher Bu Luna dan mendekatkan pisau bedah ke leher Bu Luna.


"Bunuh saja dia Maria, dia bukan manusia bunuh saja dia, aku terjebak di sini sama sepertimu, tempat ini adalah jaring, jika kau biarkan dia pergi dia akan membunuhmu, kekejaman yang dia lakukan dengan anak buahnya disini, aku akan jelaskan." ucap dr Indra sambil berjalan membuka brangkas Bu Luna dan menunjukkan sebuah hardisk.


"Maria ini hardisk berisi semua bukti ini cukup untuk membuktikan semua kejahatannya." ucap dr. Indra sambil menatap wajah Maria yang sedang merangkul pundak Luna dengan pisau bedah.

__ADS_1


"Dr. Adi ." ucap Luna sambil menatap wajah dr. Adi.


"Jangan berfikir bunuh dia." teriak dr. Adi sambil mendekati Maria.


"Berikan padaku." ucap dr. Adi sambil memegang tangan Maria dan dengan cepat dr. Adi merebut pisau bedah yang ada di tangan Maria dan kemudian merangkul pundak Maria.


"Maria... Kau tau ini apa?." ucap dr. Indra sambil mendekatkan pisau bedah ke leher Maria.


"Apa ini Maria, ketika kau hamil kau tidak memaksakan diri seperti ini, bagaimana jika terjadi sesuatu pada aset ku yang ada di tubuhmu." ucap Luna sambil memegang lehernya yang tergores pisau bedah oleh Maria.

__ADS_1


"Mari, duduk." ucap Luna sambil berjalan ke meja hiasnya sedangkan Maria sudah duduk di atas kursi dan di ikat dengan tali oleh dr. Indra.


"Dia menekankan pisau di leherku dan kau memprovokasinya." ucap Luna sambil mengobati goresan luka pisau yang ada di lehernya.


"Bagaimana jika dia membunuhku, bagaimana sekarang Maria ?, siapa aku dan kau ingin tahu semua itu."ucap Luna sambil memberikan bedak di lehernya.


"Kau bisa saja bertanya alih - alih membunuh anggun pergi ke kamar ayat dan ke ruangan aset ku, kenapa memikirkan yang tidak perlu." ucap Luna sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Dia sangat menyukaimu, dia siap untuk melakukan apapun untuk dirimu dia tidak kurang dari seorang nyai Roro kidul." ucap Luna sambi berjalan mendekati Maria.

__ADS_1


"Mau ku beritahu apa yang dia dilakukan padaku?, aku akan beritahu." ucap Luna sambil berbisik di dekat telinga Maria.


Di mana beberapa tahun yang lalu dr. Indra yang bekerja di rumah sakit bertemu dengan bernama Sani seorang bidan yang sangat cantik, tapi sayangnya Sani sudah mempunyai sang kekasih bernama Ridwan seorang polisi lalu dr. Indra memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan kembali sekolah di bagian ilmuwan di Jakarta, dan aku yang saat itu sedang mengikuti kompetisi kecantikan antar kampus di Jakarta, dr. Indra pun ikut menghadiri sebagai penonton di sana.


__ADS_2