Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Strategi Ridwan dan pak Bambang


__ADS_3

Melihat ibu Hartati sangat kecewa kepada Rian, akhirnya dengan langkah yang lemas Rian berjalan masuk kedalam kamarnya.


Keesokan harinya Ridwan, pak Bambang dan Niko mulai merancang strategi.


"Seperti yang sudah kita duga, para cukong, politikus dan pengusaha, benar - benar diam seribu bahasa." ucap Niko sambil menatap wajah pak Bambang dan Ridwan.


"Sekarang mereka akan bertemu dan bertatap muka dan membuat rencana untuk keluar dari situasi ini." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Bambang dan Niko.


"Tapi... pasti banyak tempat untuk mereka bertemu." ucap pak Bambang sambil menatap wajah Niko dan Ridwan.


"Tepat sekali pak, itulah mengapa kita harus tetap mengawasi mereka." ucap Ridwan sambil menatap pak Bambang.


"Di setiap pesta, hotel bintang lima, semua pernikahan dan semua itu bisa dijadikan untuk membuat kesepakatan, dan kita akan tunggu mereka." ucap Ridwan sambil menyakinkan pak Bambang.


Keesokan harinya ibu Hartati beserta rekan - rekan pengusaha mengadakan acara makan siang bersama di sebuah hotel yang telah di pantau Ridwan dan Niko dengan cctv hotel.

__ADS_1


Pada saat mobil berhenti di depan pintu masuk hotel Rian, ibu Hartati dan rekan pengusaha turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam hotel dan duduk di meja yang telah di pesan.


Di sisi lain Benny masuk dari pintu belakang hotel, Ridwan yang terus memantau dari cctv lalu memakai headset bluetooth yang ada di mejanya.


"Niko berikan nomor kamar mereka biar saya periksa." ucap Ridwan sambil melihat ke layar laptopnya.


"Iya Ridwan." ucap Niko sambil mengambil telepon genggam dan menghubungi pihak manajer hotel.


Setelah itu Ridwan menelpon pak Bambang.


"Ibu Hartati dan CEO perusahaan telah sampai di hotel bintang lima pak." ucap Ridwan sambil melihat layar yang ada di ruangan cctv.


"Apa membuktikan putranya juga terlibat?." ucap pak Bambang sambil menekan tombol power dan setelah itu pintu ruangan terbuka.


"Ya.. kita punya cuplikan gambar menarik, lihatlah." ucap Ridwan sambil memantau ibu Hartati dan anaknya dari cctv.

__ADS_1


"Pak putra ibu Hartati Rian, menemui mereka." ucap Ridwan sambil terus memantau Rian dari layar laptop dan memantau Benny yang memasuki pintu belakang hotel bersama dengan pengawalnya.


"Tapi.. Ridwan mereka semua orang yang sangat kuat dan berkuasa sungguh sangat beresiko bagimu." ucap pak Bambang sambil melihat laptopnya


"Aku tidak menikmati masalah kecil pak." ucap Ridwan, mendengar kata-kata Ridwan pak Bambang langsung mematikan teleponnya dan langsung memegang kepala dengan kedua tangannya.


"Ridwan aku sudah mendapatkan pesan." ucap Niko sambil memegang telepon genggamnya.


"Kamar nomor 320 atas nama Benny CEO perusahaan tekstil." ucap Niko sambil menunjuk telepon genggamnya.


Rian dan ibu Hartati berkumpul di meja makan, dan tiba-tiba seorang pengawal datang menghampiri Rian dan membisikkan sesuatu ke telinga Rian, mendengar kata-kata dari pengawal Rian kemudian berdiri dari tempat duduknya dan menatap wajah ibu Hartati lalu berjalan menuju tangga hotel.


Sedangkan paman Benny beserta rekan - rekanya melewati pintu belakang hotel, sedangkan Ridwan sudah sampai di lantai 5 dengan menaiki lift hotel.


Kemudian Ridwan berjalan menuju kamar nomor 320, saat Ridwan membuka pintu kamar ternyata pintu kamarnya terkunci, lalu Ridwan melihat kunci kamar tersangkut di container, yang saat itu cleaning servis hotel sedang membersihkan kamar di sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2