Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan marah kepada Sani


__ADS_3

"Mungkin pelurunya meleset tapi tetap saja meninggalkan luka." ucap Sani sambil duduk didekat Ridwan.


"Jadi kau memilih uang, bukan cinta." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan yang sedang berdoa.


"Raut wajah sedih setelah kehilangan 20%." ucap Sani sambil tersenyum.


"Aku ingin semuanya kembali bukan hanya 20%." teriak Ridwan kepada Sani.


"Mengapa dan untuk apa petugas korup seperti Ali, lagian kau takkan pernah bisa mengerti karena ini bukan bagian pekerjaanmu." ucap Ridwan sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Sani.


"Ya aku bukan bagian dari pekerjaanmu, tapi aku hanya mengambil kesempatan supaya dekat denganmu." ucap Sani sambil menatap ke arah Ridwan yang sedang menghentikan langkahnya dan kemudian Sani berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Ridwan.


"Pada suatu hari kau melakukan ini bukan kerena komisi 20%, apapun yang kau lakukan esok hari aku akan selalu bersamamu." ucap Sani sambil tersenyum manis menatap wajah Ridwan.


Malam harinya Abi, Frenky dan Ali membicarakan tentang rencana selanjutnya.

__ADS_1


"Ini Zahra, dia bersembunyi di kota Tripoli Libya." ucap Abi yang sedang duduk di kursinya sambil menekan tombol remote LCD proyektor dan menunjukkan foto Zahra yang ada didalam laptopnya.


"Polisi Tripoli sudah mencarinya beberapa Minggu terakhir, dia dituduh melakukan pencurian kecil di rumah majikannya." ucap Abi sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati foto Zahra.


"Paling berat ia akan dijatuhi hukuman 4 bulan penjara, tapi dia tidak ingin mendekam di balik jeruji besi, dia akan lari dan terbunuh, kita akan membunuhnya, lalu mengambil alih tempatnya, dan polisi Tripoli akan menangkap ku sebagai Zahra." ucap Abi sambil tersenyum kearah Ali dan Frengky.


"Pemerintah Indonesia tak akan mencari Abi Khadafi, di penjara Tripoli sebagai Zahra, dan 4 bulan kemudian aku bebas dan menjadi kaya raya sebagai Zahra." ucap Abi sambil berjalan mendekati Frenky.


"Wow.." ucap Frenky sambil menatap wajah Abi


"Aku akan merubah wajahku lagi Frenky, senin pukul 13.00." ucap Abi sambil tersenyum manis.


"Ya Bu." ucap Ali.


"Bagaimana jika besok Ridwan gagal menyelesaikan tugasnya." ucap ibu Hartati yang sedang rapat bersama rekan perusahaannya.

__ADS_1


"Maka saya yang akan menyelesaikan nya untuk anda, besok pagi akan ada twist yang mengejutkan dalam ceritanya, yang akan membuat semua orang terhenyak." ucap Ali.


"Jadi bagaimana." ucap ibu Hartati sambil melihat ke arah Benny.


"Semuanya saya katakan setelah semuanya sudah siap, kau harus menyiapkannya dengan baik." ucap Ali sambil memutuskan teleponnya.


Sedangkan Ridwan duduk menunggu telepon Abi, dan tak berapa lama hp Ridwan berdering.


"Kau tahu besok aku tak bisa datang ke Bank." ucap Abi.


"Dan kau tahu besok aku pasti akan datang ke Bank." ucap Ridwan.


"Bersama pemerintah dan juga polisi, pertama Abi, Ibrahim, Susi, dan sekarang Delon, berapa banyak lagi yang kau korbankan." ucap Abi sambil berjalan kearah kursinya.


"Saat kami dilatih sebagai polisi, ada satu hal yang mereka ajarkan kepada kami, jangan pernah menyerah untuk mencoba selama kau masih hidup, ku doakan yang terbaik untukmu." ucap Ridwan.

__ADS_1


"Ku doakan juga yang terbaik untukmu...pak polisi." ucap Abi sambil mematikan teleponnya.


"Keesokan harinya Ridwan dan Sani yang berada di dalam mobil pas di depan pintu masuk Bank telah menunggu utusan Abi keluar dengan membawa sebuah tas yang berisi data-data penting.


__ADS_2