
"Bagus sementara dia di atas dan kau berada di lantai." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Tidak kau salah saat itu Nova berada di lantai dan aku ada di atasnya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Oh.. tunggu dulu aku kurang paham." ucap Kurniawan sambil mengusap wajahnya.
"Sementara posisi mu berada di atas dan nyonya Nova berada di bawah." ucap Kurniawan sambil kebingungan.
"Iya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Yang mulia itu artinya yang melakukan pelecehan di bawah yang di lecehkan berada di atas haha..susah kasus ini sulit untuk dipercaya, sungguh kasus yang terbaru lalu apa yang kau lakukan saat itu.
"Katakan saja tidak usah malu-malu, apakah kau berbaring seperti mayat." ucap Kurniawan sambil memegang dagunya.
"Yang terjadi saat itu sangat di luar dugaan, saat itu aku lepas kendali." ucap Ridwan sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Itu dia..yang mulia tolong di catatan yang mulia, pria ini lepas kendali katanya kemudian?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Nyonya Nova membuka kancing bajuku saat aku melihat cincin tunangan ku aku teringat dengan Sani dan aku menyadari kalau aku melakukan kesalahan aku berdiri dan pergi." ucap Ridwan sambil menundukkan wajahnya.
"Itu artinya kalau kau tidak melihat cincin dijari manis mu kau tidak akan pergi iyakan?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan Nova yang mendengar hal itu tersenyum kecil.
"Aku keberatan yang mulia." teriak Putri sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah.. baiklah, syukur lah yang mulia pada akhirnya dia bisa mengendalikannya dan apa yang terjadi setelah itu?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Aku tidak mendengar pada yang dia katakan, dan dia terus berteriak dan aku pergi dari sana."ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Bagus apa yang kau lakukan setelah itu,kau pasti menelepon saudara mu atau Robert agar dia mengendalikan istrinya, kau melakukan itu?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Tidak aku tidak melakukannya." ucap Ridwan sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Pak nyonya Nova melecehkan ku tapi aku tidak ingin memalukan nya di depan semua orang." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak hakim.
"Jadi kenapa kau membawa kasus ini ke pengadilan?." ucap Kurniawan sambil menatap wajah Ridwan.
"Karena pak Robert menuduhku melakukan percobaan pemerkosaan kepada istrinya dan memintaku untuk mengundurkan diri kalau tidak aku tidak akan melakukannya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Kurniawan.
"Kau bohong kau tidak mengatakan ini kepada siapa - siapa karena kau bersalah iya kan jujur saja." ucap Kurniawan sambil menatap kearah pak hakim.
"Tidak." ucap Ridwan sambil menatap kearah pak hakim.
"Saudara Putri ada yang ingin kau sampai kan." ucap pak hakim sambil melihat ke arah Putri.
"Iya yang mulia aku ingin memanggil nyonya Nova ke tempat saksi." ucap Putri sambil berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Di kabulkan." ucap pak hakim dan Nova lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke tempat saksi.
"Nyonya Nova seperti yang dikatakan Klien ku Ridwan dia mengharapkan sebagai pengamanan perusahaan di hari ulang tahun perusahaan tapi kenapa malah anda menjadikan dia sebagai bodyguard anda?." ucap Putri sambil menatap wajah Nova.