Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
sampel whitening di temukan


__ADS_3

"Siap pak." ucap Joko sambil berjalan ke lemari kulkas dan memeriksa di dalam freezer ada sebuah kotak yang berisi sampel whitening.


"Ini yang kita butuhkan, kita akan menemukan petunjuk setelah kita jalankan tes kepadanya." ucap Ridwan sambil memegang sampel whitening.


Setelah itu sampel whitening di bawa ke laboratorium Bali agar di lakukan pengujian oleh seorang pria yang bernama Ramos, barulah di ketahui zat yang terdapat sama yang di ketahui di dalam tubuh Erika, dan setelah itu Ramos langsung menghubungi Ridwan.


"Ring..ring.." telpon Ridwan berdering


"Ramos ada apa." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.


"Pernah mendengar kasus pembunuhan artis Hollywood Erika?." ucap Ramos sambil melihat ke layar komputernya.


"Ya ." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.


"Menurut laporan autopsinya tubuhnya mengandung jejak LSD bersama obat misterius." ucap Ramos.


"Apa hubungannya kasus itu dengan sampel yang ku berikan padamu?." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.


"Setelah menjalankan tes pada sampel yang kau berikan ku temukan jejak obat yang sama."ucap Ramos.


"Apa." ucap Ridwan sangat terkejut.

__ADS_1


"Ya." ucap Ramos.


"Terimakasih kau telah memberikan petunjuk yang bagus." ucap Ridwan.


"Aku akan melakukan analisis yang lebih mendalam dari sampel ini."ucap Ramos.


"Ya, sampai nanti." ucap Ridwan lalu memutuskan teleponnya.


Saat Maria sedang asyik bercermin, tiba - tiba dr. Indra datang.


"Selamat pagi, waktu pemeriksaan mu." ucap dr. Indra dan dr. Indra mulai mengenakan sarung tangan dan Maria pun duduk di tempat tidurnya dan dr. Indra mulai memasangkan tensimeter di lengan kanan Maria.


"Ya, tidak masalah." ucap dr. Indra yang terus mencatat tensi Maria.


"Kau sudah menikah?."ucap Maria sambil makan coklat.


"Belum." ucap dr. Indra sambil mengemasi alat tensinya.


"Kenapa, kau sangat tampan."ucap Maria dan dokter Indra memeriksa kelopak mata Maria.


"Celak mata mu sangat cocok untukmu." ucap dr. Indra sambil mencatat kesehatan Maria.

__ADS_1


"Jadi kau memperhatikan aku setiap hari memakai celak atau gak." ucap Maria sambil tersenyum menatap wajah dr. Indra.


Dan saat dr. Indra mau menyentuh bibir Maria dan langsung saja Maria menjauhkan wajahnya.


"Ada coklat." ucap dr. Indra sambil menunjuk di bibirnya dan Maria langsung mengelap dengan baju nya.


"Kau tidak boleh makan terlalu banyak coklat."ucap dr. Indra sambil menatap wajah Maria.


"Aku tidak begitu suka." ucap Maria sambil menepuk coklat


"Aku lebih suka Chiki atau kacang dari pada coklat tapi hanya ada coklat di sini." ucap Maria dan saat mau memakan coklat dengan cepat dr. Indra merampas coklat dari tangan Maria dan lalu pergi meninggalkan Maria.


"Aku tidak akan memberitahu Bu Luna bahwa kau mencuri coklat dari ku." ucap Maria sambil melihat ke arah dr Indra yang terus berjalan meninggalkannya.


Maya yang berada di toilet memeriksa bungkusan rokok yang di berikan Maria.


"Oh.. Sial, coklat." ucap Maya sambil membuang bungkus rokok dan lalu mengambil rokok dari saku rok panjangnya.


"Kau berikan aku coklat dalam bungkusan rokok?,." ucap Maya sambil melirik ke arah Maria yang berjalan mendekatinya.


"Apa yang kau lihat, kau pikir hanya kau yang bisa bawakan aku rokok, kau akan segera tau." ucap Maya sambil menghisap rokoknya.

__ADS_1


__ADS_2