Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Perusahaan Robert di retas


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa saat Ridwan ingin kekantor telepon berdering.


"Ring..ring.." telepon dari Ali.


"Iya Ali." ucap Ridwan sambil mengangkat teleponnya.


"Apakah kau bisa kekantor sebenar?." ucap Ali.


"Masalah apa ?." ucap Ridwan.


"Masalah penjagaan." ucap Ali.


"Ok.. aku akan ke sana." ucap Ridwan sambil mematikan ponselnya.


Setelah sampai di kantor pak Robert.


"Selamat pagi pak." ucap staf yang lain.


"Selamat pagi." ucap Ridwan sambil berjalan masuk kedalam ruangannya dan Ridwan melihat karangan bunga di atas mejanya dan Ridwan membaca sebuah tulisan.


"Kita sudah berpisah tapi kita bertemu lagi sungguh suatu kebetulan, sungguh indah takdir kita, salam rindu Nova."melihat kata- kata Nova Ridwan hanya terdiam.


"Hei Ridwan." ucap Ali sambil berjalan masuk kedalam ruangan Ridwan.

__ADS_1


"Kau tahu perusahaan ini telah mendistribusikan sebuah telepon tetapi beberapa orang mengeluh kalau ada dua angka yang bisa terhubung dengan bersamaan mereka bilang telepon kita dan data kantor kita telah di sadap seorang hacker dan mengakibatkan setiap petugas perusahaan ini kalau di tekan sebuah angka akan terhubung ke nomor yang ada di ponsel." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.


"Kenapa bisa terjadi, kau sudah melakukan pemeriksaan lagi, silahkan duduk." ucap Ridwan sambil duduk di tempat duduknya sambil merobek kertas yang ditulis Nova.


"Iya sudah ku periksa semuanya tapi aku tidak mengerti kenapa data kita bisa di retas." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.


"Aku akan beritahu ini kepada ibu Nova." ucap Ridwan sambil menatap wajah Ali.


"Silahkan periksa kontraknya." ucap Nova sambil memberikan sebuah kontrak kepada para pengusaha.


"Iya terimakasih Bu." ucap para pengusaha sambil membaca kontrak yang diberikan Nova.


"Ring.. ring .." telepon kantor berdering.


"Maaf sebentar nya." ucap Nova kepada para pengusaha sambil mengangkat teleponnya.


"Pak Ridwan telah menunggu anda terlalu lama." ucap staf kantor.


"Suruh dia masuk." ucap Nova sambil tersenyum sambil menutup teleponnya.


"Tolong maafkan aku ada pertemuan darurat bisa kita lakukan ini setengah jam lagi." ucap Nova kepada para pengusaha.


"Baiklah." ucap para pengusaha sambil berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan Nova.

__ADS_1


"Terimakasih." ucap Nova.


Setelah itu Nova mulai merapikan rambut dan bedak nya.


"Tok..tok.."pintu di ketuk Ridwan.


"Masuk." ucap Nova sambil melihat ke arah pintu.


"Hai Ridwan.." ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan.


"Hai." ucap Ridwan sambil menutup pintu ruangan.


"Silahkan masuk." ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan yang sedang duduk di depannya.


"Aku mengirim sebuah buket bunga apakah kau sudah melihatnya." ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan.


"Iya, sudah melihatnya terimakasih atas bunganya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.


"Dan kartu ucapannya sudah kau baca?." ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan.


"Ya sudah ku baca." ucap Ridwan.


"Ridwan aku senang kenaikan pangkat mu, seperti kau tidak terlalu senang, begini caramu merespon keinginanku." ucap Nova sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Ridwan.

__ADS_1


"Memang kau melihat kartu itu dan membacanya tapi kau tidak merasakannya." ucap Nova melihat itu Ridwan langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mundur menjauhi Nova.


"Masalah nya data perusahaan ini telah diretas dan aku kesini ingin membicarakan itu kepada mu bisa kita berbicara sebentar." ucap Ridwan sambil menatap wajah Nova.


__ADS_2