
"Kami waktu itu sedang keluar kota." ucap Novi sambil menatap wajah Sani.
"Oh...begitu senang bertemu dengan kalian berdua." ucap Sani sambil tersenyum manis kearah Hendri dan Novi.
"Ayo kita masuk ke dalam, kita minum kopi " ucap Hendri sambil memegang lengan Ridwan.
"Tidak..hari ini kami akan keluar, lain kali saja." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri.
"Baiklah." ucap Hendri sambil melepaskan tangannya dari lengan Ridwan.
Tiba-tiba datang pak Dono dan pak Joko yang tinggal di dekat penginapan Ridwan dan Hendri.
"Itu dia sudah ketemu, sudah ketemu." ucap pak Joko sambil berlari ke arah Ridwan dan Hendri.
"Hari ini kita sedang bertemu dan hari ini kita harus mengadakan rapat mendadak." ucap pak Joko.
"Memangnya kenapa, kenapa harus mendadak." ucap Dono sambil menatap ke arah pak Joko.
__ADS_1
"Apa kau tahu kemaren harimau masuk ke dalam rumah kami." ucap pak Joko sambil menatap wajah Sani dan Hendri.
"Ha.. harimau." ucap Sani sangat terkejut.
"Dia melompat ke dadaku setelah itu dia turun dan langsung minum susu sampai habis, sebotol, sebotol lalu seketika istriku datang dan lalu dia memandang mata harimau itu lalu mereka saling memandang dan istriku memukulnya dengan seprei hingga ia lari ketakutan, istriku telah berhasil membuat harimau lari ketakutan istriku menang melawan harimau itu." ucap pak Joko sambil berteriak sambil menatap wajah Ridwan dan Hendri.
"Hebat..si istri melawan harimau, itu adalah istri yang sangat hebat." ucap pak Dono sambil menatap wajah pak Joko.
"Eh.. kenapa tidak istriku berasal dari Papua." ucap pak Joko sambil menatap wajah pak Dono.
"Ia kakak ipar kau luar biasa kau hebat, kau bukan istri biasa kau LM." ucap pak Dono sambil menatap istri pak Joko.
"Apa Luna Maya."ucap istri pak Joko sambil tersenyum manis.
"Maksudnya jika tadi malam kau tidak melawan harimau, maka teman ku yang baik ini pasti sudah ada di pangkuan tuhan saat ini." ucap pak Dono sambil merangkul pundak pak Joko.
"Ya ampun itu bukan harimau, tapi kucing.. kucing, suami tak bisa melihat tanpa menggunakan kacamata, tanpa kacamatanya semuanya kelihatan lebih besar dilihatnya." ucap istri pak Joko sambil menatap wajah Sani dan Hendri.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak memberitahu ku sebelumnya, semalam penuh aku DR karena merasa ketakutan." ucap pak Joko sambil menatap wajah istrinya."
"Maksudnya diare." ucap pak Dono dan mendengar hal itu Ridwan, Sani Hendri dan lainnya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku pak Joko.
Sore harinya Ridwan, Hendri, Sani dan Novi lari sore.
"Oh iya.. Ridwan apa pekerjaanmu." ucap Hendri sambil berlari bersama Ridwan.
"Aku seorang perwira polisi." ucap Ridwan sambil berlari.
"Aku sangat suka menonton di televisi tentang kasus pembunuhan yang telah dipecahkan seorang perwira polisi, kau menyukainya." ucap Novi sambil berlari bersama dengan Sani.
"Tidak juga, aku menyukai orangnya dari pada pekerjaan." ucap Novi sambil berlari.
"Kenapa kalian berdua tidak menikah." ucap Novi melirik ke arah Sani dan terus berlari.
"Kami beda agama, di Indonesia nikah beda agama tidak diperbolehkan." ucap Sani sambil melirik Novi dan terus berlari
__ADS_1