Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ridwan dan Hendri berteman


__ADS_3

"Ridwan dalam perjalanan ke Mauritius Island uangmu masih tersisa 8 dolar lagi." ucap Hendri sambil memberikan cek kepada Ridwan dan Ridwan mengambil cek lalu melemparnya ke bangkunya.


"Maafkan aku." ucap Hendri mendengar hal itu Ridwan langsung menghidupkan mobilnya, lalu menyetir dengan cepat.


Malam harinya Sani dan Novi bertemu dan membicarakan masalah Ridwan dan Hendri.


"Keadaan Hendri sekarang ini sama seperti Ridwan, semuanya menjadi kacau, dua hari lagi ulang tahun Hendri, seharusnya dia bahagia, dia berfikir akan merayakan dengan beberapa tempat yang indah, tapi sekarang kelihatannya, kami tidak akan kemana-mana." ucap Novi sambil berjalan bersama dengan Sani.


"Kelihatannya ada yang iri dengan kebahagiaan kita, sudah 2 hari aku tidak makan makanan Eropa dan kita tidak pernah pergi ke restoran, sejak 2 hari aku hanya makan roti dan sayuran, kacang hijau tapi entah kenapa Ridwan tetap murung, Novi apa kita melakukan kesalahan." ucap Sani sambil menatap wajah Novi.


Keesokan harinya Ridwan sedang asyik latihan menembak tiba-tiba Novi muncul di hadapan Ridwan.


"Awas kau." ucap Ridwan sambil menatap kearah Novi.


"Jika kalian bertengkar karena sikap ku di Merkurius aku mohon maafkan aku." ucap Novi sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


"Ada berapa hal baik yang tidak perlu dibicarakan, aku sudah melupakan bahwa aku punya teman dan sahabat disini jadi lebih baik kau menganggap kami sebagai orang asing." ucap Ridwan sambil pergi meninggalkan Novi.


Sore harinya Hendri sedang memperbaiki mobilnya dan dia berada di bawah kolong mobil, dan Novi datang mengantarkan minuman.


"Mau ku buatkan kopi." ucap Novi sambil menyuguhkan minuman.


"Letakkan saja di sana." ucap Hendri mendengar hal itu Novi berjalan meninggalkan Hendri, saat mau mengambil kunci ring, tiba -tiba dongkrak terlepas dari mobil yang mengakibatkan Hendri terjepit didalam, melihat hal itu.


"Hendri, tolong.. tolong." teriak Novi sambil berlari ke arah Hendri dan berusaha untuk mengeluarkan Hendri yang terhimpit oleh mobilnya.


"Ayo angkat mobilnya." ucap Sani sambil mengangkat mobil dengan kedua tangannya, lalu Ridwan datang menolong dan mengangkat mobil agar Hendri bisa keluar.


"Kau baik - baik saja." ucap Novi ketakutan dan memegang pundak Hendri, lalu Ridwan merangkul pundak Sani dan berjalan meninggalkan Hendri dan Novi.


"Ridwan, terima kasih, apa kita tidak bisa berteman lagi." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


Malamnya Ridwan dan Sani datang ke pesta ulang tahun Hendri.


"Selamat ulang tahun."ucap para tamu sambil bertepuk tangan.


"Jika kita tidak berteman lagi maka hari ini aku tidak akan merayakan ulang tahunku." ucap Hendri sambil menyuapkan kue bolu ke Ridwan dan Sani.


Setelah itu Ridwan, Hendri, Sani dan Novi duduk di meja yang sama.


"Ini untuk Sani, ini untuk Nova ini untuk Ridwan, kau tidak bisa menolak untuk minum karena hari ini ulang tahunku, kita harus berpesta sampai pagi." ucap Hendri sambil menuangkan minuman yang beralkohol kedalam gelas.


"Aku tidak bisa minum." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri.


"Sani bujuk lah dia." ucap Novi sambil menatap wajah Sani.


"Ridwan hari ini kita merayakan dua hal, ulang tahun Hendri dan persahabatan kami, ayolah untuk hari ini saja." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


"Bersulang." ucap Hendri sambil mengangkat gelasnya ke arah Ridwan, Sani, dan Novi.


__ADS_2