
"Lihat kesini Serly kamu berbicara hanya ketika kamu keluar dan pergi dari perguruan ini jika tidak di manapun kita bertemu kamu akan ketakutan jika orang -orang di lingkungan kamu memperhatikanmu, suatu hari nanti orang tuamu akan tahu tentang hubungan kita." ucap Ridwan sambil menatap wajah Serly.
"Harap tenang Ridwan, ada perbedaan antara orang yang memberitahu ayah saya dan saya yang berbicara dengannya." ucap Serly.
"Inilah yang saya suka darimu, tapi ini tidak terlalu banyak." ucap Ridwan sambil menatap wajah Serly.
"Kamu ingin aku ikut menonton film di bioskop kan?."
"Apa yang kamu katakan setelah menikah." ucap Ridwan sambil menatap wajah Serly.
"Tidak, setelah ayah setuju." ucap Serly sambil memakan es krimnya.
"Oh.. ku kira."ucap Ridwan
"Ngomong - ngomong apakah es krim ini ada telurnya." ucap Serly sambil melihat es krim.
"Boleh aku berkata sesuatu, anda tidak akan membuat setengah matang setelah menikah, bahkan untuk itu kamu akan bertanya kepada ayahmu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Serly.
"Lihat aku dan katakan." ucap Serly.
"Apakah kamu bisa buat telur setengah matang." ucap Ridwan.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah Serly memasakkan telur ayam untuk Ridwan.
"Kakak jika kamu tidak lulus dalam mata pelajaran lain, jangan menunggak dalam hal ini." ucap Sheila sambil menatap wajah Serly yang takut memecahkan telur.
"Hei diam." ucap Serly sangat jijik.
"Lalu pecahkan lah, atau saya saja yang pecahkan." ucap Sheila
"Aku sendiri yang akan memecahkannya." ucap Serly sambil memasak telur.
Sedangkan Ridwan telah duduk di meja makan.
"Makan siang sudah siap, makanlah, kakak ku telah membuatkan yang istimewa untukmu " ucap Sheila menghilangkan telur mata sapi kepada Ridwan.
"Apakah kamu bersungguh - sungguh atau tidak kakakku akan menganggapnya serius entah dia akan membuktikan atau dia tidak akan bicara dan kamu tahu kami telah bertengkar." ucap Sheila sambil menatap wajah Ridwan.
"hei, diam, silahkan makan." ucap Serly dan Ridwan mulai mencicipi telur buatan Serly dan saat itu Serly mencium jari nya bau telor
lalu Ridwan berjalan ke tempat cuci piring.
"Ambil ini, cuci tangan kamu." ucap Ridwan sambil memberikan sabun dan menghidupkan air.
__ADS_1
"Bukankah aku telah mengatakan padamu, haruskah kamu datang ke rumah? jika aku memanggil kamu keluar, kamu tidak akan datang." ucap Ridwan dengan nada marah.
"Kak, ayo pulang sudah sore." ucap Sheila.
"Aku datang, satu menit lagi." teriak Serly sambil melihat ke bawah
"Aku datang bukan hanya untuk itu, ayah saya sudah mulai berbicara tentang pernikahan." ucap Serly.
"Oh.."ucap Ridwan.
"Jika dia menunjukkan foto besok dan bertanya apakah saya menyukainya." ucap Serly sambil merajut.
"Katakan kamu menyukainya, kenapa kamu sangat marah, aku akan datang besok ke rumah mu dan bertemu ayahmu,oke." ucap Ridwan
"Lihat aku dan katakan lagi." ucap Serly sangat senang.
"Lihat aku dan katakan beritahu ayahmu, bahwa kamu mencintaiku." ucap Ridwan sambil menatap wajah Serly.
"Saya sudah kurang tidur malam ini." ucap Serly sambil menatap wajah Ridwan.
Saat makan siang bersama Ali Ridwan mengusap matanya.
__ADS_1
"Sepertinya kamu tidak tidur 2 hari terakhir ini." ucap Ali sambil mencicipi makanannya.
"Hem..dari pernyataan orang - orang apartemen semua mengatakan negatif tentang Serly." ucap Ridwan sambil meletakkan sendok nya.