Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Ali menembak Ridwan.


__ADS_3

Abi dan Frenky melewati jalan di pesawat terbang tempat pengepul barang rongsokan diluar mall sedangkan Ridwan dan Sani sudah berdiri di hadapan Abi dan Frenky.


"Tak ada pria yang mengikuti wanita kemanapun, kecuali ia tertarik padanya." ucap Abi sambil tersenyum manis menatap wajah Ridwan.


"Sulit untuk memutuskan, apakah kau menggoda saat kau merasa dalam bahaya, atau godaanmu mengundang bahaya." ucap Ridwan sambil tersenyum manis menatap wajah Abi.


Ali yang masih berjalan di terminal 02 mendengar telponnya berdering, lalu mengangkatnya dan ternyata dari pak Azis.


"Ya pak Azis." ucap Ali sambil berjalan mencari Ridwan dan sani.


"Ridwan dan Sani di pesawat terbang tempat pengepul barang rongsokan di luar mall." ucap pak Azis sambil melihat ke arah cctv.


"Oke, tetap beri arahan padaku." ucap Ali sambil mematikan teleponnya dan berlari menuju tempat pengepul barang rongsokan.

__ADS_1


Saat Ridwan mau menangkap Abi, ternyata anak buah Abi telah berada di tempat itu dan berdiri di atas pesawat yang rusak.


Lalu melompat kearah Ridwan dan Sani, sedangkan Abi dan Frenky menjauh dari mereka, dan pengawal Abi mengeluarkan pisau dari dalam bajunya dan melihat itu Ridwan dan Sani mengeluarkan pistolnya.


10 orang anak buah Abi datang memukul Ridwan, saat melihat itu Ridwan menembak anak buah Abi, dua tertembak 8 orang lagi mengejar Sani, melihat hal itu Sani lalu berlari dan terus menembak anak buah Abi.


Melihat hal itu Ridwan lalu membantu Sani dan memukuli anak buah Abi dengan besi panjang satu persatu sehingga mati dan tersungkur di lantai.


Sebuah mobil datang menjemput Abi dan Frenky, saat mau mendekati mobil, tiba - tiba


"Mau kemana kalian." ucap Ridwan sambil tersenyum manis melihat Abi.


"Aku sedang bertarung dan kau bersiap untuk pergi." ucap Ridwan sambil mengarahkan senjatanya kepada Abi.

__ADS_1


"Tunggu apalagi? tembak saja si penyihir itu, ia menembak seorang petugas polisi." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.


"Kuncinya." ucap Ridwan sambil menatap ke arah Abi.


"Apa yang kau lakukan dengan kuncinya, cuma untuk membuka loker bank yang hanya berisi sebuah tas, berisi laptop." ucap Abi dengan sombongnya ke arah Sani.


"Untuk membukanya kau membutuhkan retina dan sidik jariku, dan bahkan jika berhasil itu tak ada gunanya bagimu karena kata sandinya di sini, di otak ku." ucap Abi sambil menunjuk kepalanya.


"Aku hanya berniat.. tapi sekarang kau juga memberiku alasan untuk melakukannya, sekarang aku juga mendapatkan wanita bersama kuncinya." ucap Ridwan tersenyum manis kepada Abi.


Mendengar hal itu Frenky langsung mengarahkan senjatanya ke Ridwan dan dengan cepat pun mengarahkan senjatanya ke Frenky, tiba- tiba Ali datang dan berjalan mendekati Abi lalu mengarahkan senjatanya ke arah Frenky, saat melihat itu Ridwan dan sani tersenyum, dan tiba-tiba Ali ternyata berpihak pada Abi dan langsung menembak pistol Ridwan yang mengakibatkan pistol terlempar dari tangan Ridwan, saat melihat ke itu semua terkejut.


"Sialan, ayo cepat." ucap pak Azis kepada petugas saat melihat dari cctv tindakan Ali, lalu berlari ke tempat pengepul pesawat terbang yang rusak.

__ADS_1


"Masuk ke mobil nyoya." ucap Ali sambil mengarahkan senjata ke arah Ridwan.


"Kita bisa membicarakan nanti." ucap Ali sambil berjalan ke arah mobil dan membukakan pintu mobil untuk Abi.


__ADS_2