Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Serly menceritakan kisah rumah tangganya


__ADS_3

"Hei.. tunggu.. tunggu." ucap Angga menghentikan Serly yang sedang mau meminum kopi dari gelas Angga yang di bawa nya.


"Meskipun kita menjadi suami dan istri seharusnya ada berapa perbedaan dan aku sangat khususkan tentang itu." ucap Angga sambil menatap wajah Serly.


"Itu cangkirku." ucap Angga mendengar hal itu Serly tersenyum dan memberikan gelas yang berisi kopi kepada Angga.


"Much..." ucap Angga sambil tersenyum dan Serly pun tersenyum manis dan keduanya pun lalu minum kopi dengan gelas masing-masing.


Setiap pagi seperti biasa Serly selalu menjadi istri yang baik dan selalu menyiapkan sarapan pagi untuk Angga dan karena terus bersama keduanya telah saling mencintai satu sama lain, dan saat Angga berteman dengan Steven, Angga mulai salah paham dengan Serly.


"Hai kau bilang kau ingin membahas suatu yang penting." ucap Steven sambil duduk di kursinya.


"Kau telah bertanya apa yang akan kita lakukan." ucap Angga sambil menghidupkan laptopnya.


"Bukan hanya saya semua orang mengharapkan sesuatu yang baru dalam hidup terutama pemuda." ucap Angga sambil menunjukkan desain mobil terbaru di layar laptopnya.

__ADS_1


"Bahkan dengan begitu banyak mobil dipasaran, tetapi mereka tidak puas membelinya, sehingga mereka merombak, dan mendesain ulang seperti baru, jadi kita bisa berbisnis renovasi dan desain mobil baru." ucap Angga sambil menatap wajah Steven.


"Ide yang sangat bagus dan inovatif, tapi hanya satu hal Angga?." ucap Steven sambil menghisap rokoknya.


"Apa?." ucap Angga sambil menatap wajah Steven.


"Mengapa harus melakukan ini pada mobil baru? tidak bisakah kita melakukannya dengan mobil bekas?." ucap Steven sambil menatap wajah Angga.


"Tidak, tidak, kau tahu tentang saya baik dalam hidup atau dalam bisnis tidak ada tempat untuk barang bekas." ucap Angga sambil menatap wajah Steven.


"Meskipun kau merombak mobil bekas menjadi yang baru, pikiran untuk memiliki yang lama akan terus berputar di benak mereka karena walaupun mobil terlihat baru semua, tapi suku cadang di dalamnya sudah tua, jadi saya pikir saya benar." ucap Angga sambil menatap ke arah mekanik yang sedang bekerja.


"Apa yang kau katakan masuk akal, tetapi apakah itu berhasil?." ucap Steven sambil menatap wajah Angga.


"Ketika semua orang vertikal, berfikir horizontal adalah karakter saya dan itulah kesuksesan saya pula." ucap Angga sambil menatap wajah Steven.

__ADS_1


Sedangkan Serly asyik memasak di dapur dan tiba-tiba nyonya Diana bertamu ke rumah Serly.


"Serly." ucap Diana sambil berjalan masuk ke dalam rumah Serly.


"Ya.. aku datang bibi." teriak Serly dari dalam dapur sambil mematikan kompornya lalu berjalan menghampiri Diana.


"Saya ingin meminta sebuah kotak." ucap Diana sambil menatap wajah Serly.


"Oh.. tunggu sebentar saya ambilkan." ucap Serly sambil berjalan mengambil kotak dari dalam laci mejanya.


"Sepertinya kau telah melengkapi rumah ini." ucap Diana sambil melihat kearah perabot rumah Serly.


"Baru Minggu lalu selesai." ucap Serly sambil berjalan membawa sebuah kotak lalu memberikan kepada Diana, lalu Serly berjalan bersama Diana ke dapur dan menghidupkan kembali kompor gasnya.


"Apa yang harus dilakukan kami seharusnya membeli flat ini untuk putri kami dan kami telah memberitahu asosiasi karena ayah mertuamu berteman dengan sekretaris, mereka telah memberikan ini padamu." ucap Diana sambil menatap wajah Serly yang sedang mencuci piring.

__ADS_1


__ADS_2