
Saat angin berhembus kencang karena jendela kamar terbuka, dan Angga melihat sebuah buku kecil di atas meja, setelah itu Angga berjalan dan membaca isi buku yang ditulis Serly.
Setelah itu Angga membangunkan Serly dengan menyentuh kakinya dan Serly langsung terbangun lalu duduk di atas ranjangnya dan Angga pun duduk di samping Serly.
"Kapan kau datang dari Surabaya?." ucap Serly sambil menundukkan kepalanya.
"Mengapa aku melakukan ini, aku tidak tahu kenapa aku berbicara seperti itu jika saya berfikir baik aku bisa berfikir satu hal Serly, sejak kita menikah aku mulai mencintaimu melebihi diriku sendiri."ucap Angga sambil menundukkan kepalanya mendengar hal itu Serly langsung menatap wajah Angga sambil meneteskan air matanya.
"Aku takut jika aku kehilanganmu, sikap posesif, seharusnya aku mengambil keputusan ini, apa yang aku lakukan salah." ucap Angga mendengar hal itu Serly langsung bersandar di pundak Angga sambil meneteskan air matanya.
"Aku salah jatuh cinta, makanya aku menulis surat ini, tapi jika aku mati apa yang kau dan yang lain katakan akan menjadi kenyataan, aku mau dirimu, aku tidak melakukan kesalahan apapun." ucap Serly sambil meletakkan kepalanya di atas paha Angga.
__ADS_1
"Aku baru mengerti semua sekarang, maafkan aku Serly." ucap Angga sambil memegang pundak Serly yang tertidur di pahanya.
"Tidak, aku yang harus minta maaf." ucap Serly sambil menangis.
"Hei, apakah kamu sudah makan?." ucap Angga sambil membujuk Serly yang menangis.
"Tidak." ucap Serly sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu belum makan, pergi cuci muka dan datang hanya secangkir kopi, semuanya akan baik-baik saja." ucap Angga sambil tersenyum mendengar hal itu Serly pun tersenyum manis.
Setelah itu Serly mencuci wajah dengan air, lalu berhias agar terlihat cantik dan lalu menyuguhkan 2 gelas yang berisi kopi.
__ADS_1
"Seharusnya tidak ada perbedaan diantara kita." ucap Angga sambil menukar gelasnya dan memberikan gelasnya kepada Serly dan Serly dan Angga minum kopi sambil tersenyum.
"Saya pergi ke Surabaya ,dalam seminar merek yang sama desain yang sama seseorang pria memakai jam tangan dengan model yang sama itu sangat menggangu, sekarang saya tidak suka jam tangan ini." ucap Angga sambil melempar jam tangan ke lantai dan melihat tingkah Angga Serly sangat terkejut.
"Sekarang aku sudah lega, kau tahu aku jika aku melempar jam tangan yang di pakai orang lain, bagaimana bisa kau mengharapkan ku untuk mencintai seorang gadis yang dicintai oleh pria lain? itu sebabnya, hanya secangkir kopi semuanya sudah berakhir sekarang." ucap Angga sambil menatap wajah Serly yang ketakutan dan melirik ke gelas kopinya yang ternyata telah dicampur Angga dengan obat tidur.
"Kenapa kau tidak mengatakan kalau kau masih mencintainya, apakah menurutmu aku pusat daur ulang untuk membuang semua yang lama." ucap Angga sambil menendang kursinya lalu berdiri di depan Serly, melihat itu Serly lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Duduk, duduk," ucap Angga dengan nada keras sambil menatap wajah Serly yang sudah sesak,
"Aku tidak bisa, menerima secara sportif." ucap Angga sambil mengambil kursi yang terjatuh di lantai dan meletakkan lagi di depan Serly.
__ADS_1
"Saya tidak akan berkompromi bahkan dalam bisnis, tapi aku telah kalah dalam hidup." ucap Angga sambil berjalan mondar mandir di hadapan Serly.