Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
perdebatan Ridwan dengan Ali.


__ADS_3

"Untuk apa membawa Abi ke Nusa Kambangan dan membunuhnya Ali." ucap Ridwan menyakinkan Ali.


"Akan jauh lebih baik jika kita membawanya ke Bangkok."ucap Ridwan sambil menatap Ali, mendengar hal itu Ali lalu membalikkan badannya dan memandang ke arah laut.


"Ridwan, ayo kita laksanakan apa yang sudah di tugaskan, atau." ucap Ibrahim sambil menatap wajah Ridwan.


"Atau apa? atau ikut- ikut saja? tanpa arah tujuan, lalu siapa yang akan melakukan tugasnya, Ibrahim?" ucap Ridwan marah sambil menatap wajah Ibrahim.


"Kau, kaulah yang akan melakukan tugasmu." ucap Ali berteriak ke arah Ridwan.


"Jika sekarang kau ku tembak, tak akan ada seorangpun yang bertanya padaku." ucap Ali sambil mengeluarkan pistol dari rompinya dan mengarahkan ke arah Ridwan.


"Pak..pak..pak." ucap Ibrahim sambil berjalan mendekati Ali dan mencoba menenangkan Ali


"Jangan menguji kesabaranku." ucap Ali sambil mengarahkan senjatanya ke arah Ridwan.


"Ali, hentikan." ucap Sani mencoba menenangkan Ali yang emosi melihat Ridwan.

__ADS_1


"Siapa yang percaya kalau ia mengatakan yang sebenarnya, yang dia dengar hanya ucapan Maya.. Maya" ucap Sani sambil berjalan mendekati Ali.


"Untuk apa kita bertengkar bikin malu saja, kita bisa adu serang lagi, tidakkah kalian mengerti." ucap Ridwan berteriak kepada Sani dan Ali


Mendengar kata-kata Ridwan akhirnya Ali, Sani, dan Ibrahim ikut rencana Ridwan membawa Abi dan Maya ke Bangkok.


Setelah itu Ridwan, Ali, Maya, Sani, Ibrahim, dan Abi yang di kursi roda berjalan keluar dari pelabuhan.


Pada saat itu sebuah mobil berhenti di pelabuhan, lalu seorang lelaki turun dari dalam mobil sedang asyik bertelepon, dan Lelaki tersebut meletakkan kunci mobil di saku celananya.


Melihat itu Ridwan lalu berjalan mendekati lelaki itu dengan lihai mencuri kunci mobil dari saku celananya.


"Bagaimana cara menghadapi semua ini?." ucap Ibrahim kepada Ali sambil memasukkan kursi roda Abi ke dalam bagasi mobil.


"Ayolah." ucap Ali sambil menutup bagasi belakang mobil.


"Minggir." ucap Ridwan mendorong tubuh Ali dengan pistol dengan tangan kanannya dan menarik Sani dengan tangan kirinya sambil berjalan kedalam mobil.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? ucap Ibrahim sambil melihat Ridwan yang mengarah senjata kepada mereka, lalu Ridwan menembak bagian leher Ali yang mengakibatkan goresan kecil.


"Ini hanya tembakan peringatan lain kali tak akan aku biarkan meleset." ucap Ridwan sambil membuka pintu mobil dan menyuruh Sani masuk ke dalam mobil.


"Aku sudah memberitahumu terakhir kali kau telah membuat kesalahan besar." ucap Sani sambil duduk di dalam mobil.


"Pak." ucap Ibrahim sambil melihat ke arah Ridwan.


"Cepat balut lukanya." ucap Ridwan sambil masuk kedalam mobil, lalu menghidupkan mobil dan menyetir mobil dengan sangat cepat.


"Ridwan.." teriak Ibrahim sambil mengejar mobil Ridwan, dan melihat Ridwan melarikan diri Ali langsung menghubungi pak Azis.


"Pak Azis dengarkan baik-baik, Ridwan telah kabur dengan Abi." ucap Ali sambil kesakitan karena bagian lehernya tergores tembakan peluru.


Saat di perjalanan Ridwan melihat Sani hanya duduk diam.


"jika kau ingin menanyakan sesuatu, tanyakan lah." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya ketika kau sudah sadar, apa yang telah kau perbuat kepada Ali." ucap Sani, dan mendengarkan kata-kata Sani Maya sangat cemburu.


__ADS_2