Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Pesta topeng


__ADS_3

"Saat orang percaya pada cintamu, seberapa cepat rasa cinta berubah menjadi kebencian." ucap Ridwan.


Setelah Fitri selesai dandan dengan sangat cantik, Fitri terus menatap dirinya di depan cermin dengan rasa ketakutan.


Tiba-tiba Ali berada di belakang Fitri dan membuat Fitri terkejut.


"Luar biasa, ayo cepat kita sudah terlambat." ucap Ali sambil berjalan keluar sedangkan Fitri terus menatap Ali dengan kecurigaan.


Setibanya Ali dan Fitri di pesta, semua para tamu yang menghadiri pesta harus menggunakan topeng, musik mulai di mainkan dan para tamu mulai mencari pasangannya.


Adi berdansa dengan Putri dengan menggunakan topeng, Ridwan berdansa dengan Sani sedangkan Dian dan Riko hanya memantau Fitri dan Ali.


Saat Fitri dan Ali berdansa dan saat ganti pasangan Fitri terhenti dan melihat ada dua orang bertopeng mendekatinya, lalu Fitri berlari menjauh dari dua orang tersebut.


Saat Fitri berlari tiba- tiba Ali memegang tangan Fitri dan karena kuatnya Fitri berlari akhirnya Fitri menjatuhkan bola lampu yang berdiri menghiasi ruangan tamu.


Saat melihat Fitri seperti itu, Ali kemudian memegang bahu Fitri dan mencoba untuk menenangkannya.

__ADS_1


Saat itu tiba ada seseorang yang menghampiri Ali dan mengajak ngobrol dan saat itu terpaksa Riko mendengarkan apa yang dikatakan temannya.


Melihat kejadian di pesta Fitri ingin meninggalkan acara pesta dan menuju berjalan ke pintu keluar, tapi saat Fitri berjalan. Riko dan Dina yang memakai topeng menutup pintu ruangan.


melihat kejadian itu Fitri bertambah ketakutan dan berjalan mencari Ali, pada saat itu Ridwan dan Sani berjalan mendekati Fitri dan menakuti dengan membawa pisau.


Kemudian Fitri berlari mencari Ali dan mengambil pistol nya dari jasnya lalu menembak kan ke atas, dan musik berhenti dan semua orang terdiam di ruang pesta.


"Fitri ada apa denganmu." teriak Ali


"permainan mu sudah tamat Ali." ucap Fitri sambil mengarahkan pistol ke arah Ali.


"Hem.." ucap Ridwan sambil menghela nafas panjang, dan melanjutkan menyetir mobil dan menuju ketempat pesta."


Nova sudah hadir di pesta Irfan dengan gaun yang seksi, dan lagi ngobrol dengan teman cowoknya.


Sani dan Ridwan sampai di tempat pesta dan parkir kan mobilnya dan Sani dan Ridwan keluar dari dalam mobil dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Ridwan dan Sani, terutama Nova tampak kesal melihat Sani dan Ridwan sangat mesra.


"Hai semuanya." ucap Ridwan sambil berjalan menghampiri teman-teman.


"Hai.." ucap teman -teman.


"Ridwan..selamat datang ke pestaku." ucap Irfan sambil berjalan kearah Ridwan dan berjabat tangan dengan Ridwan.


"Iya." ucap Ridwan sambil tersenyum.


Sani dan Ridwan mengambil hidangan dan Sani gak sadar kalau Nova ada dibelakangnya, Nova sengaja menginjak gaun Sani, dan tanpa disadari, Sani terus berjalan dan gaun Sani robek.


"Ah..maaf." ucap Nova sambil tersenyum dan berjalan meninggalkan Sani.


Kejadian itu dilihat semua orang yang hadir di pesta lalu Sani merobek gaunnya dan menjadikan gaun pendek yang seksi, ditambah lagi dengan kaki Sani yang indah dan putih membuat Sani bertambah seksi.


"Sial, awas kau Sani." ucap Nova kesal karena melihat Sani yang bisa mengatur gaun yang robek menjadi gaun seksi.

__ADS_1


"Sani gak apa-apakan?" ucap Ridwan sambil tersenyum, dan membuat Ridwan bertambah cinta kepada Sani dan menghampiri San


__ADS_2