Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Putri dan Sani telah mendapatkan bukti bahwa Ridwan tidak bersalah.


__ADS_3

"Aku tidak tahu sudah berapa banyak pria yang kau manfaatkan untuk mencapai posisi ini, kesombongan mu sudah buta sehingga kau ingin mengambil tunangan ku dariku, tunangan ku tidak akan menerima persyaratan mu aku tidak akan membiarkannya di penjara." ucap Sani sambil menatap wajah Nova.


"Siapa yang akan menyelamatkan dia dari penjara nyonya Sani, kau?."


"Iya, aku akan selalu berada di sisinya sampai dia akan memenangkan kasus ini, tadinya aku tidak ingin melawan mu di pengadilan, tapi sekarang aku harus membela kekasihku, aku akan menentang semua yang dikatakan di pengadilan dan aku akan menyelamatkan kekasihku dengan cara yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya, ini pertama kalinya wanita membuka aib wanita lain di depan umum."ucap Sani sambil tersenyum menatap wajah Nova yang kesal.


"Pergi kau." ucap Nova dengan kesal lalu Sani berjalan keluar dari ruangan Nova.


Malam harinya Sani dan Putri mencari informasi tentang masa lalu Nova dan mencari bukti di klinik mana Nova telah menggugurkan kandungan sewaktu bersama Ridwan dan keesokan harinya klinik itu mengirimkan surat bahwa Nova telah menggugurkan bayinya.


"Ridwan aku boleh tahu kenapa kau menelepon Dicky malam itu."ucap Putri sambil menatap di layar komputernya.

__ADS_1


"Saat pesta di rumah kita aku ingin mengundangnya, tunggu dulu aku ingin juga menelpon Ali dan pada waktu itu ada kerusakan di telepon ku makanya terhubung dengan dua orang." ucap Ridwan sambil menatap wajah Putri dan Sani.


"Keesokan harinya sidang akan di mulai, Sani berdoa Ya Allah selain kebenaran kami tidak punya apa-apa lagi, tolong bantu Putri agar kebenaran terungkap, amin."ucap Sani dalam hati sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


Saat di pengadilan para tamu sudah berkumpul dan pak hakim memasuki ruang sidang.


"Hadirin silahkan duduk." ucap pak hakim sambil duduk di kursinya.


"Nyonya Putri sekarang anda bisa maju ke depan." ucap pak hakim sambil menatap wajah Putri.


"Yang mulia bukti - bukti dan fakta yang aku kumpulkan tidak pernah di ungkapkan pada saat ini."ucap Putri sambil melihat ke arah pak hakim.

__ADS_1


"Tapi yang mulia." ucap Kurniawan sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Ini kebijakan yang di berikan pengadilan dan keputusan dari semua argumen dari penuntut biar dia melanjutkannya." ucap pak hakim sambil melihat ke arah Kurniawan.


"Terimakasih yang mulia, pertama - tama aku ingin memanggil suami nyonya Nova bapak Robert untuk di hadirkan ke depan." ucap Putri sangat melihat ke arah pak hakim.


"Silahkan."ucap pak hakim, lalu pak Robert berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke tempat saksi.


"Bapak Robert aku pernah mendengar kerajaan bisnis anda, status anda, semua yang anda miliki bukan dari harta warisan tapi anda mendapatkannya dengan usaha sendiri." ucap Sani sambil berjalan mendekati pak Robert yang sedang berdiri di tempat saksi.


"Seluruh dunia tahu itu aku datang ke kota ini saat umur ku 17 tahun saat umur 45 tahun kemudian jaringan bisnis ku sampai 100 miliar." ucap pak Robert sambil menatap wajah Putri.

__ADS_1


"Anda terlalu lama untuk menikah, kalau tidak salah anda menikah di kira - kira di usia 46 iyakan?."ucap Putri sangat menatap wajah pa Robert.


"Saat aku merasa sudah mencapai tujuanku bisa membahagiakan anak- anakku baru aku mau menikah." ucap pak Robert sambil menatap wajah Putri.


__ADS_2