Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
AKU GAK BISA


__ADS_3

Keesokan harinya..


Hasil kelulusan telah ter pajang di mading kampus, Nia dkk menghampiri nya.


"Luta.. azril.. Kitty.. Ty.. (teriak) kamu lulus..(lanjut baca) fera.. dika.. Raya.. "


"Haa.. gue lulus... Aaaaggg" ucap raya sambil melompat lompat kegirangan, Nia melanjutkan membaca hasil.


"Raya.. raya.. juni.. devi.. fauzan.. Nia" Nia terdiam. " Yeee. Aku lulus.. ipk nya lumayan" tmbah nya.


Gibran dan Riko sampai di tkp, lalu mereka ikut gabung di gerombolan mahasiswa lainnya.


"Eh.. eh.. permisi.. Wiih.. gue lulus ko.." ucap gibran "Riko.. riko.. RIKOOOOO... lo lulus juga" tmbahnya sambil teriak bahagia


Gibran kemudian menatap ke arah Nia, begitupun Nia.


"Waduh.. gimana nih" ucap nia dalam hati nya


"Aku samperin sekarang kali ya" begitupun gibran dalam hati


Gibran memberanikan diri, menghampiri Nia kemudian menarik tangan Nia mengajaknya menepi dari anak anak lainnya.


"Nia..kamuu.." belum selesai gibran bicara


"AKU GAK BISA" sahut nia pendek, jelas, dan tegas


Nia menjauh dari tatapan gibran, gibran menarik tangannya hingga mereka bertatap mata sekejap.


"Niaa.. tunggu.. kenapa nia?" Ucap gibran


"Kita beda.. kita gak akan bisa bareng bareng" sahut nia


"Kenapa? Kita bisa coba dulu? Seenggak nya kita pacaran dulu Niaa" jelas gibran.


Nia melepas genggaman gibran seraya berkata,


"Enggak ran.. kita gak akan bisa" Nia mengucapnya sambil menatap dalam mata gibran dan melepas genggaman tangan gibran .


Nia berlalu meninggalkan gibran, Gibran terpuruk mendengar jawaban nia matanya berkaca kaca, Namun itu tidak bisa mengurai rasa cinta yang sudah mendalam terhadap Nia.


Raya melihat keadaan gibran pada saat itu, ia beranjak untuk menenangkan hati gibran. Namun,

__ADS_1


"Jangan Raya.. biarin gibran sendiri dulu.. kasih dia waktu" ucap Riko seraya menghentikan jalan Raya dengan menangkap tangannya.


Raya terdiam, kemudian mengangguk menandakan ia mau menuruti kata Riko.


Nia berlari menuju kamar mandi, ia menangis.


"Maafin aku ran.. aku belum bisa.. kita beda.. kita beda.. " ia mengucapkannya sambil menangis.


Kitty mendengar apa yang terjadi diantara ke 2 nya dari Raya, ia berlari menuju kamar mandi dan mendapati sahabatnya menangis tersedu sedu.


"Nia.. kamu gak papa kan?" Ucapnya sambil mengelus rambut nia, Nia menoleh lalu memeluk sahabat nya itu,


"Aku gak bisa Kitty.. aku sama dia beda.. kita beda" sahut Nia dengan suara amat sedih


"Aku paham.. cuman kamu harus sabar.. aku yakin pasti Allah punya rencana terbaik buat hamba Nya" kata kitty sambil mengelus bahu nia dan merangkul nya dengan erat.


Kitty tau bahwa selama ini, Nia tak pernah menangis sedemikian rupa karna seorang lelaki. Itu menandakan Nia sangatlah amat mencintai lelaki tersebut


Pada tanggal 13 agustus 2019 hari kelulusan sekaligus pemberian gelar sarjana di laksanakan. Kehadiran orang tua Nia menambah semangat pada diri nya, begitupun orang tua calon sarjana lainnya.


Nama nama mulai dipanggil menuju panggung yang disediakan. Gibran menatap Nia seraya memuji fashion nya pada waktu itu,


"Hari ini kamu cantik banget" , Gibran tak melepas pandangannya dari Nia


"Soal waktu itu,..."


"Enggak.. ran.. keputusanku udah bulat" jawab Nia. "Makasih buat perhatian kamu selama ini.. mungkin ini hari terakhir kita ketemu.." tambah nya.


"Maksut kamu?" Tanya Gibran


"Besok lusa aku harus ke london.. aku mau nerusin kuliah Desainer aku" jelas Nia. Bukannya kamu juga bakalan ke amerika?" Tmbah nya


"Iya.. " jawab gibran dengan lemas karna hari ini terakhir mereka bertemu.


Lain hal nya dengan Kitty, entah apa yang membuat nya menerima lamaran Tio. Kitty menemui Nia dan Raya serta Gibran dan Riko, menyerahkan sesuatu pada mereka.


"Hai gess.. " ucap nya bersemangat


"Kamu kenapa? Riang banget?? " tanya Nia


"Kek orang mau nikahan aja luu" tambah Raya

__ADS_1


"Nih.. buat kalian" ucap Kitty seraya menyerahkan sebuah amplop bertuliskan : KITTY RIHANJANI & TIO PERMANA


"Haaaaahhhhh???" Ucap ke empat Sahabat Kitty bersamaan


Mereka terkejut dengan undangan pernikahan Kitty dan Tio yang tak lama lagi akan di gelar.


"Lo.. serius nikah ama Tio? Apa lo lagi hallu??" Ucap Riko masih tak yakin.


"Emang kenapa? Gue gak boleh nikah ama kitty?" Tio datang secara tiba tiba. Semua orang menoleh ke arah Tio sampai mata mereka tak berkedip sedikit pun.


"Woii.. lu pada ngapain sih.. ngeliat gue kek gitu" ucap Tio heran "gue ganteng ya??.. emang sih.. dari lahiir" tambahnya agak Ke pede an.


"PD banget dah.. " sahut Gibran


"Awas lu.. ampe bikin Kitty sakit hati.." kata Nia


"Lu ber urusan ama kita ber 4" tambah Raya sambil menunjuk ke arah mata Tio dengan 2 jari


"Nggak bakalan kok.." jawab Tio meyakinkan mereka.


Pada hari yang ditentukan, acara resepsi Tio dan Kitty di laksanakan di rumah panti bersama anak yatim piatu lain nya. Walaupun tak mewah tapi sangat berkesan bagi ke 2 mempelai pengantin. Semua senang dan terlihat sangat bahagia.


Keesokan nya Kitty berada di kediaman Nia bersama Raya, mereka membantu Nia mengemas perlengkapan yang akan di bawa nya


"Hati hati ya Nia.. aku sama Raya bakal rindu banget ama kamu" ucap Kitty dengan mata berkaca kaca


"Iya nia.. kita kan udah kek sodara" tmbah Raya


"Iyaa.. Aku juga bakalan kangen banget sama kalian" sahut Nia


Mereka berpelukan, seraya mengenang segala yang terjadi diantara mereka.


Persahabatan yang terjalin sejak TK hingga sarjana S1 membuat Kitty dan Raya berat melepas sahabatnya pergi ke luar negri sendirian.


Namun apa boleh buat, ia pergi untuk mengejar cita cita nya. Menjadi desainer terkenal dan dipandang seluruh dunia.


Mereka ber 2 mengantar Nia menuju bandara, tanpa kedatangan Gibran dan Riko . Jam keberangkatan pun tiba, Nia segera masuk ke pesawat dengan tujuan London. Di tangga pesawat Nia melambaikan tangan ke arah jendela Kitty dan Raya menatap nya.


"See You Next Time Guys" ucapan terakhir Nia seraya menatap ke jendela pesawat.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


NB: Eits.. cerita nya belum selesai yaa.. stay tune guys..


Jangan lupa like nya untuk mendukung karya anak bangsa


__ADS_2