Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Fitri masuk penjara


__ADS_3

"Ini pistol yang kau ambil di pesta, dan kau gunakan untuk membunuh Ali." ucap polisi sambil menunjuk bungkusan plastik yang berisi pistol kepada Fitri.


Setelah di interogasi polisi Fitri lalu menjadi tahanan di Malaysia, saat Fitri duduk di dalam penjara. tiba - tiba Riko datang berkunjung melihat Fitri.


"Riko.." ucap Fitri saat melihat Riko berjalan kearah nya dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


Pada saat itu dari belakang Riko muncul Adi yang telah menangani kasus Riko dulu.


"Perkenalkan istriku pak polisi dia sangat mencintai diriku lebih dari hidupnya." ucap Riko sambil menatap wajah Fitri dengan kebencian.


"Aku minta maaf tuan Riko, tapi aku tidak bisa membatalkan hukuman yang telah dijatuhkan kepadamu oleh pengadilan dan kami secara terbuka mengakui kesalahan kami di depan pres nantinya untuk membersihkan nama baikmu." ucap Ali sambil menatap Riko.


"Nyonya Fitri aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal karena kita akan bertemu lagi tujuh tahun dari sekarang di pengadilan Indonesia nanti."ucap Ali sambil menatap Fitri yang ketakutan, lalu tersenyum kecil kepada Riko dan pergi meninggalkan Adi dan Fitri.


"Riko.., bebaskan aku dari sini Riko, aku tau kau tak kan bisa hidup tanpa aku iyakan." ucap Fitri menangis di dalam sel penjara.

__ADS_1


"Kau sangat mencintaiku kan, iya kan, kau sangat mencintaiku." ucap Fitri sambil menatap wajah Riko.


"Cinta.. cinta ku padamu sudah mati saat melihat mu dalam pelukan Ali, sekarang aku melihat mu di balik jeruji, bahkan rasa jijik ku kepadamu sudah mati, aku tidak kenal dengan Fitri lagi." ucap Riko sambil berjalan keluar penjara dan meninggalkan Fitri.


"Riko...Riko jangan tinggalkan aku disini...aku mohon." teriak Fitri sambil menangis dari dalam jeruji besi penjara.


Setelah keluar Riko keluar dari dalam penjara Adi, Ridwan, Sani, Putri dan Dina. sudah menanti di gerbang pintu penjara.


"Aku telah di khianati oleh seorang teman tapi Tuhan maha adil, dia memberikan Lima orang teman ku." ucap Riko sambil memeluk Adi dan Ridwan


Riko mulai berjalan mendekati Dina.


"Kau tau aku tadi bertemu dengan peramal." ucap Riko sambil menatap wajah Dina


"Kau jangan mengolok-olok peramal." ucap Dina sambil merajuk.

__ADS_1


"Kau tau apa yang dikatakan peramal tentang dirimu." ucap Riko sambil menatap wajah Dina.


"Apa .."ucap Dina sambil penasaran.


"Dia bilang sebelum matahari tenggelam kehidupan Dina akan diisi dengan cahaya dia akan menemukan pemuda yang akan memberinya banyak cinta dan juga kebahagiaan kepadanya." ucap Riko sambil tersenyum manis melihat Dina.


"Benarkah sekarang matahari mau terbenam tapi sayang aku tidak melihat ada orang seperti itu disekitar ku." ucap Dina sambil menatap wajah Riko.


"Perhatikan dengan baik mungkin dia ada di sekitar mu sekarang dan kau tidak bisa melihatnya." ucap Riko sambil menatap wajah Dina.


Melihat Riko dan Dina asyik bertatap Sani dan Ridwan, putri dan Ali hanya tersenyum saling berpelukan melihat mereka.


"Pandangan ku selalu pada dirinya, tapi dia tidak pernah melihatku." ucap Dina sambil tersenyum manis.


"Meskipun terlambat tapi sekarang aku melihatnya dengan baik, bahkan aku sekarang mulai mendengar dengan jantung nya." ucap Riko sambil menatap wajah Dina.

__ADS_1


__ADS_2