
"Ibrahim telah di rumah sakit, dan aku telah berada di dalam sel penjara." ucap Sani sambil berjalan kesana kemari.
"Bagaimana bisa anak buahnya ada di sana." ucap Ridwan sambil berfikir.
.
""Bagaimana mereka bisa tahu?, kau sudah gila, bahkan setelah kalah kau, tak bisa menerima kekalahan mu, kamu masih berputar- putar dalam lingkaran yang sama." ucap Sani sambil menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Ridwan.
"Ridwan beritahu aku." ucap Sani sambil duduk di dekat Ridwan.
"Aku tahu aku sedikit bodoh, kenapa kau dan Ibrahim tidak memeriksa riwayat Abi." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
"Kisah Abi benar adanya, ada seorang pria dengan nama itu dan keluarganya juga nyata." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.
Tiba-tiba pak Azis membuka pintu sel.
"Pak Azis, mengapa anda mengurung kami berdua." ucap Sani sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Aku dibawa seperti seorang kriminal, apa salahku." ucap Sani mendekati pak Azis.
__ADS_1
"Komisi penyelidikan India yang akan memutuskan apakah kau bersalah atau tidak." ucap pak Azis sambil menatap wajah Sani.
"Aku tahu.. bagaimana denganku." ucap Ridwan sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Jakarta telah memutuskan bagaimana nasibmu." ucap pak Azis sambil berjalan mendekati Ridwan.
"Dan sekarang mereka sedang merubah keputusannya, berikan ponselnya padaku dan pergilah." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Azis.
"Untuk apa." ucap pak Azis
"Atasan anda pasti dalam keadaan sedih sekarang ini, ia akan merasa tenang setelah berbicara denganku." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Azis.
"Bisa saja Bu .. tapi aku bukan Azis." ucap Ridwan
"Ridwan." ucap ibu Hartati sambil tertawa.
" Wow, anda mengenalku dari sikapku." ucap Ridwan yang lagi bersandar di dinding sel.
"Bagaimana telpon Azis bisa berada di tanganmu, apa kau juga membunuhnya." ucap ibu Hartati sambil menatap ke arah wajah Roni.
__ADS_1
"Ali minta jatah terlalu sedikit, dia minta 10 % pada Abi, saya minta 20 % dari anda dan saya akan menyelesaikan tugasnya." ucap Ridwan sambil duduk di lantai.
"Baiklah." ucap ibu Hartati sambil berdiri dari tempat duduknya dan menjauh dari Ronni.
"Tapi saya tidak mau mengambil resiko, aku juga menawarkan 15% ke Ali, lalu kita akan lihat siapa yang akan dapat komisinya dia atau kamu." ucap ibu Hartati.
"Tolong sekarang.. perintahkan pak Azis untuk membebaskanku, sampai jumpa." ucap Ridwan sambil mematikan teleponnya dan membuangnya dari bawa sel penjara.
Ridwan dan Sani dibebaskan oleh pak Azis dan di bawa ke ruangannya.
"Sekarang hari Senin bank akan buka lagi hari Selasa, jd waktu kita hanya 48 jam menemukannya." ucap Ridwan sambil berjalan bersama Sani.
"Bagaimana dan dimana kita mencarinya." ucap Sani sambil menghentikan langkah Ridwan.
"Abi mengirim kepada anak buahnya dari tempat yang aman melalui seseorang." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Azis
Pak Azis seberapa cepat kita bisa mendapatkan semua rekaman cctv-nya." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Azis.
Sedangkan Abi sangat khawatir terhadap Ridwan yang akan terus mencarinya.
__ADS_1
"Untuk menemukanku, Ridwan akan mulai mencari dari beberapa tempat dimana kami pertama kali bertemu, jika ia bisa menebak rencana ku dari sana, maka ia selangkah lebih dekat denganku." ucap Abi sambil berjalan mendekati Frenky dan Ali.