Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Steven telah mengetahui pembunuh Serly.


__ADS_3

"Tanpa pemahaman semua orang bermain seperti yang mereka inginkan tidak ada gunanya kamu tahu, maaf air." ucap Ridwan sambil terkejut melihat Sani telah kerasukan Serly yang cara memegang sendok makan dengan tangan kiri.


"Sani." ucap Ridwan sambil menatap Sani yang makan dengan tangan kiri.


"Serly." ucap Ridwan dan Sani pun menghentikan makannya dan melihat ke arah Ridwan.


"Ya Ridwan." ucap Sani yang merasuki ( Arwah Serly) sambil memalingkan wajahnya dari Ridwan.


"Sepertinya kau sedang membicarakan sesuatu dengan Sani." ucap Sani / ( arwah Serly). sambil memegang sendok dengan tangan kirinya.


"Kau tahu apa, gadis itu di rumah sakit, dia sudah gila." ucap Ridwan dengan marah sambil menatap ke arah Sani.


"Dia tidak mati sepertiku." ucap Sani /( arwah Serly) yang memalingkan wajahnya dari Ridwan.


"Kemudian berikutnya adalah Steven dan kemudian Angga apakah itu yang kau inginkan?." ucap Ridwan sambil melihat Sani.

__ADS_1


"Baru saja jemur pakaian tapi hujan sudah turun." ucap ibu Ridwan sambil berjalan mendekati Sani, dan dengan cepat Sani yang kemasukan arwah Serly mengubah letak sendok makannya ke arah kanan.


"Eh.. kenapa kamu berdua belum makan apa - apa?." ucap ibu Ridwan sambil melihat makanan yang ada di atas meja.


"Setidaknya kamu makan Sani." ucap ibu Ridwan sambil meletakkan makanan kedalam piringnya.


"Prang.." suara piring jatuh.


"Oh.. tidak apa yang pecah sekarang." ucap ibu Ridwan sambil berjalan meninggalkan Sani dan Ridwan.


"Sekarang katakan padaku Ridwan." ucap Sani / ( arwah Serly) sambil mengubah letak sendok makannya ke arah kiri.


"Apakah kau membutuhkan ini?, bahkan kalau saya kehilangan pekerjaan kau tidak akan terganggu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani dan kemudian Sani langsung pingsan.


Sedangkan Angga dan Steven sedang berada di dalam mobilnya menuju kantor polisi.

__ADS_1


"Hei, Angga pria apa kau ini?." ucap Steven sambil menatap wajah Angga yang lagi menyetir mobilnya.


"Aku pikir Ridwan tidak akan meninggalkan kasus Serly." ucap Angga sambil melirik ke arah Steven sambil menyetir mobilnya.


"Hei... Ridwan adalah seorang polisi, biarkan dia melakukan pekerjaannya, biarkan kami melakukan pekerjaan kam." ucap Steven sambil menatap wajah Angga.


"Ridwan mencurigai ku." ucap Angga sambil melirik ke arah Steven.


"Apakah kau membunuh Serly." ucap Steven sambil menatap wajah Angga yang sedang menyetir mobilnya sambil mengeluarkan rokoknya.


"Ya aku melakukan pembunuhan itu." ucap Angga sambil mengentikan mobilnya di depan kantor polisi.


"Jadi kau ingin aku menjadi saksi dan berbicara buruk tentang Serly, semua ini untuk mengalihkan Ridwan darimu kan, karena Ridwan kekasih Serly dan kamu harus lebih berhati-hati sekarang ucap Steven sambil menatap wajah Angga.


"Apa yang harus saya lakukan sekarang? Ridwan mengatakan seolah - oleh dia menyaksikan segalanya, aku penasaran bagaimana sekarang." ucap Angga sambil mengalihkan pandangannya dari Steven.

__ADS_1


"Serly yang memberitahunya." ucap Steven sambil tersenyum


"Tidak usah takut, kau telah melakukan segalanya ini sangat mengejutkan saya, oke tentang lah." ucap Steven sambil menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya.


__ADS_2