
"Pada malam itu aku mendengar seseorang yang sedang berjalan, aku melihat ada orang yang keluar dari rumah Hendri pukul 02.00 pagi dan lalu pergi menggunakan mobilnya, aku melihat sendiri." ucap pak Joko menyakinkan Ridwan.
"Yang kau lihat itu pasti Hendri, lalu setelah itu apa lagi yang kau lihat." ucap Ridwan sambil menatap wajah pak Joko.
"Setelah itu aku tertidur dan setelah itu aku terbangun karena suara mobil, aku melihat ada sebuah mobil besar dan aku melihat mobil besar itu parkir di depan rumah Hendri, lalu ada dua orang yang tinggi keluar dari mobil itu dan setelah itu mereka masuk ke dalam rumah." ucap pak Joko sambil menatap wajah Ridwan.
"Orang yang tinggi, apakah pada saat itu kau memakai kacamata." ucap Ridwan bertanya kepada pak Joko.
"Yah.. itulah kesalahanku, aku tidak memakai kacamata." ucap pak Joko sambil menatap wajah Ridwan dan Sani.
"Itu yang kau lihat adalah Hendri dan kau melihat dua orang keluar dari dalam mobil itu, salah satunya Hendri dan satunya orang yang telah melenyapkan Novi, orang ini yang bisa membuktikan aku tidak bersalah." ucap Ridwan sambil berjalan mendekati pohon yang ada di depannya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana kita bisa mencarinya." ucap Sani sambil melihat ke arah Ridwan.
"Kita bisa mencarinya hanya di rumah Hendri, saat Hendri tidak ada dirumahnya aku harus menyelinap ke dalam rumahnya." ucap Ridwan sambil berjalan mendekati Sani dan pak Joko.
"Tapi kau tahu seluruh rumahnya dijaga oleh pihak berwajib." ucap pak Joko sambil menatap wajah Ridwan.
"Aku akan mencari cara untuk itu." ucap Ridwan sambil menatap sebuah pohon.
"Apakah kau suka makan khas Indonesia." ucap pak Joko dan istrinya sambil tersenyum kepada petugas polisi.
"Ya.. kami suka." ucap petugas polisi sambil menatap wajah pak Joko.
__ADS_1
"Ya..ya..ini ada bermacam - macam rendang tentunya." ucap istri pak Dono sambil tersenyum manis kepada petugas polisi.
"Aku juga membawakan ayam bakar." ucap istri pak Joko sambil menunjuk kantong plastik yang dibawanya.
"Karena hari ini adalah hari raya kami."ucap pak Joko sambil tersenyum manis kepada petugas polisi.
"Ayo masuk saja." ucap pak kepada petugas polisi dan petugas pun berjalan ke rumah pak Joko.
Ridwan yang telah bersembunyi di dalam mobil Hendri lalu berjalan masuk ke dalam rumah Hendri, lalu memasuki kamar Hendri dan memeriksa semua isi lemari Hendri, satu persatu laci yang ada dikamar di periksa Ridwan, dan saat itu Hendri menutup laci itu dengan kakinya sehingga Ridwan sangat kaget melihat kedatangan Hendri.
"Kau sedang mencari buktikan, kau tidak akan mendapatkan apa pun karena bukti ditemukan secara kebetulan dan aku tidak pernah melakukan apa pun dengan mendadak, kau tahu Ridwan aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya bahwa semua ini sudah direncanakan." ucap Hendri sambil memutar kedua cari telunjuknya. dan melihat itu Ridwan langsung memukul Hendri dan mendorong Hendri ke meja hias lalu menendang perut Hendri sehingga Hendri terhempas ke dinding tembok.
__ADS_1
Saat Ridwan memukul Hendri dengan cepat Hendri mendorong Ridwan dengan keras sehingga Ridwan tersungkur di atas meja.