
"Baiklah pak selamat jalan."ucap petugas polisi kepada lelaki di dalam mobil dan Ridwan membalikkan badannya dan pura - pura merapikan kerah jaketnya.
"Terimakasih atas bantuannya." ucap petugas polisi sambil berjalan meninggalkan Ridwan.
"Sama - sama." ucap Ridwan sambil melirik ke arah petugas polisi.
"Nyonya silahkan kau boleh jalan." ucap petugas polisi sambil memegang sebuah buku.
"Ya terimakasih." ucap Sani sambil memakai sabuk pengamannya dan menghidupkan mobilnya.
"Sama- sama." ucap petugas sambil berjalan meninggalkan mobil Sani.
Setelah itu Sani menyetir mobil dan portal jalan terbuka lalu Sani menyetir ke arah Ridwan dan menghentikan mobilnya, setelah itu Ridwan masuk kedalam mobil dan mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan ke Geneva.
Setelah sampai di Geneva Sani langsung datang ke kantor reservasi tiket dan memberikan boarding pass Novi kepada petugas, setelah itu petugas mulai mencari data Novi melalui komputer.
__ADS_1
"Alamatnya adalah bunga long nomor 56B plat nomor 25." ucap petugas reservasi tiket kepada Sani.
Setelah itu Ridwan dan Sani langsung menuju ke alamat Novi, sesampai di sana Ridwan dan Sani melihat perumahan yang sangat mewah.
"Ridwan itu bunga long 56B." ucap Sani sambil menunjuk ke arah bunga long Novi dan berjalan mendekati bunga long.
"Hendri dan Novi." ucap Sani sambil membaca tulisan yang ada di tembok bunga long Hendri.
"Ini adalah bunga long mereka." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.
"Berarti gadis yang datang itu telah membeli tiket dengan nama Novi dia juga memberikan nama itu agar tidak ada yang curiga."ucap Ridwan sambil berjalan mendekati pagar rumah Hendri.
"Ada seseorang di sana." ucap Ridwan sambil melihat ke atas bunga long Novi.
"Pasti gadis itu." ucap Sani sambil melihat ke arah bunga long.
__ADS_1
"Kau tunggu disini aku akan masuk kedalam." ucap Ridwan menatap wajah Sani dan setelah itu Ridwan berjalan masuk kedalam bunga long Novi, kemudian Ridwan mulai memanjat dari atas teras dan memasuki rumah Hendri, setelah itu Ridwan turun melewati tangga rumah dan melihat ada orang yang masuk ke kamar di bagian bawah, lalu Ridwan berjalan mendekati kamar itu dan Ridwan membuka pintu kamar dan melihat tidak ada orang.
Setelah itu Ridwan terus mencari orang tersebut dan ternyata seorang lelaki yang bernama Andika petugas asuransi telah mengarahkan senjata ke arah Ridwan.
Dengan cepat Ridwan menarik senjata Andika dari tangannya dan mendorong Andika dengan kuat ke arah tangga lalu mengarahkan pistol kearah Andika.
"Siapa kau dan apa yang kau lakukan." ucap Ridwan sambil mengarahkan pistol ke arah Andika.
"Katakan dulu siapa kau ini." ucap Andika sambil menatap wajah Ridwan.
"Ayo cepat katakan dulu siapa kau, kalau tidak aku tembak kau." ucap Ridwan sambil menarik kerah baju Andika dan mendekatkan pistol ke wajahnya.
"Aku adalah detektif asuransi jiwa dan aku kemari melakukan pemeriksaan." ucap Andika sambil menunjukkan kartu tanda pengenalnya.
"Pemeriksaan apa." ucap Ridwan sambil memegang kerah baju Andika.
__ADS_1
"Hendri telah mengasuransikan istrinya dengan jumlah 100 juta dolar." ucap Andika sambil menatap wajah Ridwan.
"100 juta dolar." ucap Ridwan sangat terkejut dan perlahan menurunkan senjatanya dari wajah Andika.