Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Angga dan Serly berantam


__ADS_3

Siapa yang datang kemari dan pergi?, saya tidak mengerti apa yang kau bicarakan." ucap Serly sambil terduduk di sofa.


"Kau tidak mengakui siapa yang datang kesini? ayo.. aku akan mengajarimu." ucap Angga sambil menarik tangan Serly dan berjalan ke depan pintu rumah Diana setelah itu Angga menekan bel rumah Diana.


"Ting tong." bel berbunyi dan pak Bu diana membuka pintu rumahnya.


"Apa yang terjadi Angga?, mengapa saat ini?."ucap Diana sambil menatap Serly dan Angga.


"Bibi saya perlu berbicara dengan anda." ucap Angga sambil menatap wajah Diana.


"Apa , katakan padaku." ucap Diana kebingungan.


"Bukankah seseorang datang ke flat ku saat aku tidak ada? katakan padaku." ucap Angga sambil menatap wajah Diana.


"Banyak keluarga yang layak ada di sini di apartemen ini, tapi setiap hari seseorang datang ke flat mu." ucap Diana sambil menatap wajah Serly.


"Katakan saja padaku." ucap Angga sambil menatap wajah Diana.


"Aku sudah memberitahu mu dia datang kesini setiap hari, saya telah melihatnya empat kali ketika saya bertanya kepada Serly dia tidak menjawab, apakah dia menjawab jika kau bertanya padanya." ucap Diana mendengar hal itu Serly menangis dan berlari masuk ke dalam rumahnya dan lalu duduk menangis di kasurnya.

__ADS_1


"Lihat disini." ucap Angga sambil memegang lengan Serly.


"Kau tidak mengerti, kau masih tidak mengerti?." ucap Angga sambil menatap wajah Serly.


Setelah itu Angga menelpon pak Amri


"Klik, klik,." Angga menekan tombol telepon lalu loud speaker kan telponnya.


"Halo, Amri disini." ucap pak Amri.


"Paman ini Angga yang berbicara." ucap Angga sambil duduk di kasur sambil membelakangi Serly yang duduk di kasur.


"katakan padaku Angga, mengapa saat ini?." ucap pak Amri.


"Aku tidak tahu harus berbicara apa kepada Angga, tidak bisa mengatakan ya atau mengatakan tidak." ucap pak Amri.


"Paman tolong beritahu saya YA atau TIDAK." ucap Angga sambil melirik ke arah Serly.


"Memang benar Angga saya telah menasehatinya sebagai seorang ayah dia tidak mendengarkan apa yang bisa saya lakukan?." ucap pak Amri mendengar kata-kata pak Amri Serly sangat terkejut.

__ADS_1


"Terimakasih paman." ucap Angga sambil memutuskan teleponnya.


"Mulai dari satpam di gerbang sampai di seberang flat bibi apa lagi yang harus kau katakan? jawab aku." ucap Angga sambil melirik ke arah Serly.


"Saya akan mati, apakah itu baik?." ucap Serly sambil menangis.


"Apakah kamu akan bahagia saat itu?." ucap Serly sambil menatap wajah Angga sambil mengeluarkan air matanya.


"Ring..,ring" ponsel Angga berdering dari Steven


"Ya Steven." ucap Angga sambil mengangkat teleponnya.


"Dimana kamu?." ucap Steven.


"Di rumah." ucap Angga sambil memegang ponselnya.


"Penerbangan pukul satu apakah anda ke Surabaya atau tidak? mengapa anda belum di bandara." ucap Steven.


"Saya akan ke bandara." ucap Angga sambil memutuskan telponnya.

__ADS_1


Malam itu juga Angga berangkat dengan pesawat ke Surabaya dan paginya Angga mulai meeting tentang mobil terbaru, sedangkan Serly terus menangis dan bersedih atas sifat Angga yang telah meragukan rasa cintanya sebagai seorang istri, dan saat itu Serly mulai menulis surat permintaan maafnya kepada Angga.


Setelah meeting selesai Angga kembali ke Jakarta dan tiba di rumahnya sudah larut malam, lalu Angga secara diam - diam membuka pintu rumahnya dan melihat Serly yang sedang berbaring di ranjangnya yang masih berpakaian yang sama sewaktu ditinggalkannya.


__ADS_2