Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Maya menceritakan masa lalunya.


__ADS_3

"Kau juga cerdas." ucap Maya sambil berjalan mendekati Ridwan.


"Jika kau terus menatapku seperti itu, maka aku bisa tergila-gila." ucap Ridwan sambil menatap wajah Maya.


"Kau memiliki tatapan yang meluluhkan." ucap Maya sambil meletakkan kedua tangannya di pundak Ridwan sambil menatap wajah Ridwan.


"Kau sangat terlihat mengagumkan." ucap Ridwan sambil melirik Maya dari bawah ke atas, saat Maya mau mengecup bibir Ridwan, tiba- tiba Maya melepaskan kedua tangannya dari pundak Ridwan.


"Kau pikir ini yang membuat aku datang kesini." ucap Maya sambil berjalan ke tempat duduk yang ada dikamar Ridwan.


"Kuakui Sulit untuk menolakmu." ucap Maya sambil duduk dengan menggoda.


"Tapi aku lebih mencintai pria yang ada di atas kursi roda sebagai suamiku." ucap Maya sambil mengenang masa lalunya.

__ADS_1


Jauh dari hiruk-pikuk kota Jakarta, kami tinggal di rumah dimana lokasinya sangat tenang penuh kedamaian, Abi, aku dan Tasya sangat bahagia, Abi seorang pimpinan baik dan jujur, seorang bankir yang sukses di perusahaan bank yang terkemuka dia menangani Klien terbaik dari berbagai penjuru dunia, sampai seseorang mengenalkan kepada seorang politikus dan pengusaha Indonesia, pada sebuah pesta di kedutaan besar Indonesia." ucap Maya sambil menatap wajah Ridwan.


Keesokan harinya mereka mengundang Abi untuk makan siang dan menawarkan untuk mencuci uang gelap mereka dengan komisi 10 %, dan ketika Abi menolak mereka mengancamnya dengan ancaman bahwa mereka akan membunuh orang tuanya yang tinggal di India." ucap Maya


Dan suatu hari ayahnya sedang berjalan di pagi hari, tiba-tiba hilang tak ada rimbanya, mereka mengancam ibunya, aku dan putrinya akan bernasib serupa." ucap Maya sambil menatap wajah Ridwan.


"Sampai akhirnya Abi meminta maaf dan dan menyetujuinya, saat kembali ke Indonesia mereka membuat catatan kriminal untuk Abi,


dalam file tersebut mereka menjadikan Abi seolah- olah mafia, keceriaan hilang seketika." ucap Maya sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Ridwan.


"Cukup sampai di sini, Maya." ucap Abi sambil memegang gelas minumannya.


"Aku harus menceritakan semuanya pada pihak berwenang, berapa lama aku bisa bertahan mencuci uang negaraku sendiri."ucap Abi sambil menatap wajah Maya.

__ADS_1


"Aku mendukungnya, lalu ia menghubungi menteri keuangan tapi keesokan harinya mobilnya di ledakan, tak ada yang penting dari keselamatannya." ucap Maya dan Ridwan duduk di kursinya.


"Tasya tewas di depan mata kami dan kami kehilangannya." ucap Maya sambil meneteskan air mata.


"Tapi Abi mampu bertahan, aku mengutuk diriku sendiri atas kematian Tasya, tapi Abi berkata." ucap Maya.


"Aku mendapatkan apa yang pantas kudapatkan, tapi sekarang aku ingin mengembalikan uangnya pada rakyat bukan pada mereka, kita harus membalas dendam atas kematian Tasya." ucap Maya sambil mengusap air matanya.


"Tolong Ridwan bantu kami untuk membalas dendam." ucap Maya sambil berjalan mendekati Ridwan yang sedang duduk di kursinya.


"Kenapa aku harus percaya padamu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Maya.


"Kau bisa memeriksa riwayat hidup kami dan setelah ini aku akan berjanji menyakinkan Abi

__ADS_1


untuk menceritakan semuanya, nama- nama mereka beserta bukti kejahatan mereka bahkan keberadaan uangnya tolong bantu kami." ucap Maya sambil meneteskan air mata dan memohon kepada Ridwan.


__ADS_2