Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Kecurigaan Ridwan kepada Benny dan Rian


__ADS_3

Setelah itu Ridwan membuka pintu kamar dan mencabut kunci kamar dan dengan cepat Ridwan berjalan masuk kedalam kamar Benny, dan memasang alat penyadap suara di bawah meja, setelah itu Ridwan mengetuk meja dengan jarinya memastikan apakah suara ketukan terdengar ke headset bluetooth yang di telinganya.


Setelah itu Ridwan memasang penyadap suara di sofa, vas bunga, di fitting lampu, setelah itu Ridwan keluar dengan cepat dari kamar dan menguncinya seperti semula dan Ridwan bersembunyi di balik tembok besar di samping kamar Benny.


Setelah itu Benny bersama rekan- rekannya membuka pintu kamar dan berjalan masuk ke dalam kamar, dan duduk di sofa yang telah di letakkan penyadap suara oleh Ridwan.


Melihat Benny sudah masuk Ridwan lalu berjalan cepat menuju pintu lift, saat pintu lift terbuka Ridwan melihat Rian keluar dari dalam lift dan berjalan ke arah kamar paman Benny, dan Ridwan masuk kedalam lift dan kembali ke ruang kamera cctv hotel.


"Sebelum penangkapan Abi Khadafi telah mentransfer semua uang kita, uang sejumlah 500 miliyar ke beberapa rekening yang tidak dikenal, dan dia tidak meninggalkan jejak apapun, segala sesuatu tersimpan dalam otaknya." ucap Benny kepada Rian.


Ridwan yang telah memasang penyadap suara mendengar semua pembicaraan Benny dan Rian.


"Membunuhnya merupakan sesuatu kebodohan, tapi ibuku akan mengirim orang pilihannya, untuk membawa Abi Khadafi kembali." ucap sambil menatap wajah Benny.


"Rian kami ingin bertemu ibumu secepatnya, kami ingin tahu apa rencananya dan siapa saja tim yang diturunkannya." ucap Benny ketakutan.

__ADS_1


"Mr. Benny." ucap Rian.


"Siapa saja mereka." ucap Benny ketakutan.


"Mr. Benny jangan khawatir..ku mohon jangan khawatir, kami jamin mereka orang- orang pilihan." ucap Rian mencoba menyakinkan.


Malam harinya ibu Hartati dan rekan timnya mengadakan pertemuan di rumahnya.


"Abi Khadafi mungkin sedang dalam upaya melarikan diri, atau mungkin saja datang seseorang yang menyelamatkan nya, atau bahkan membunuhnya." ucap ibu Hartati sambil menatap rekan - rekannya.


"Dan itulah mengapa kami akan menurunkan tim terbaik untuknya, timnya di ketuai oleh Ajun Komisaris Polisi (AKP)Ali." ucap ibu Hartati sambil menghidupkan laptop dan LCD projektor dan sound system.


Saat melihat Ali datang ada seorang anggotanya berlari menghampirinya.


"Pak massa semakin bertambah." ucap anggotanya sambil memberikan hormat kepada Ali.

__ADS_1


"Apakah harus pakai tongkat mengusir mereka." ucap anggotanya sambil berjalan bersama dengan Ali mendekati massa.


"Tidak perlu, ini demo damai, jangan gunakan itu untuk mengusir mereka." ucap Ali sambil berjalan melihat kearah massa.


Tiba-tiba telepon genggam Ali berdering.


"Ya Bu." ucap Ali


"Waktumu hanya 30 menit, bubarkan mereka." ucap ibu Hartati


"Siap Bu." ucap Ridwan sambil mematikan telepon genggamnya.


"Kok cepat sekali pulang Ridwan." ucap ibu Sani sambil menatap wajah Ridwan.


"Iya bu, soalnya Ridwan mau masuk kantor lagi." ucap Ridwan sambil bersalaman dengan ibu Sani lalu mencium tangan ibu Sani.

__ADS_1


"Ya udah hati - hati dijalan." ucap ibu Sani sambil berjalan bersama dengan Sani mengantar kan Ridwan ke depan teras rumahnya.


"Iya bu." ucap Ridwan sambil tersenyum lalu berjalan ke arah mobil dan Ridwan masuk ke dalam mobil lalu menghidupkan mobilnya


__ADS_2