Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Delon ditembak Abi


__ADS_3

"Yang bisa mentransfer uang dari satu akun ke 300.000 akun dengan hanya mengklik dengan satu tombol, kau akan melakukan serah terima perangkat lunak dan database itu pada Abi, dia akan melakukan transfer kecil sekitar 10 - 20 dollar pada akun mu itu dan secara bertahap uangnya akan ditransfer ke akun yang berbeda, tak ada pemerintah dan badan keuangan di dunia ini yang bisa melacak transaksi kecil semacam itu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Maka semua uangnya akan lenyap, setelah mentransfer uangnya, lalu kau menutup akunnya, jadi semuanya beres." ucap Ridwan sambil menatap wajah Dion.


"Tidak..kau salah." ucap Delon sambil menatap wajah Ridwan.


"Aku benar." ucap Ridwan sambil berjalan mendekati Delon, sambil mengeluarkan hardisk dari kantong jens nya.


"Tolong kembalikan hardisk nya, jika kau tak menyerahkannya pada Abi dia akan membunuhku." ucap Delon sambil menatap wajah Ridwan dan saat itu juga Ridwan langsung menyerahkan hardisk itu ke tangan Delon.


"Aku juga ingin kau memberikan hardisk ini pada Abi." ucap Ridwan sambil berjalan kearah minuman yang ada di meja.


"Kurang pintar apa, akal mu sudah hilang kau sendiri yang memberikan hardisk itu padanya, kau tahu jika Abi tidak mendapatkan hardisk nya dia tak akan bisa mentransfer uangnya." ucap Sani sambil berjalan mendekati Ridwan dan menatap wajah Ridwan.


"Tapi uangnya masih bersamanya, sampai kita tak menemukannya." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.


"Kau mengambil resiko besar, kau tahu akibatnya jika gagal." ucap Sani sambil marah.

__ADS_1


"Telepon dia." ucap Ridwan sambil menjauh dari Sani, dan dengan cepat Delon mengeluarkan ponselnya yang telah berdering.


"Malah dia menelepon mu lebih dulu." ucap Ridwan sambil tersenyum.


"Bicara padanya..tapi hati- hati." ucap Ridwan sambil merangkul pundak Delon.


"Halo." ucap Delon.


Dan 5 menit kemudian Abi, Frenky dan Ali telah sampai di tempat yang ditentukan Dion yaitu tempat penyimpanan peti kemas di sana dion telah berdiri menunggu kedatangan Abi.


"Ya." ucap Delon sambil memberikan hardisk ke tangan Abi.


"Hai Abi Khadafi." ucap Ridwan sambil keluar dari belakang peti kemas.


"Jadi meninggalkan negara itu cuma sandiwara, atau kau tak bisa jauh dariku." ucap Abi Khadafi sambil berjalan sedikit mendekat ke arah Ridwan.


"Jangan menolak untuk ikut hari ini." ucap Ridwan sambil tersenyum melihat Abi.

__ADS_1


"Apa kau mencintaiku... atau membunuhku." ucap Abi sambil menatap wajah Ridwan.


"Menurut mu." ucap Abi sambil menatap wajah Ridwan.


"Firasat ku mengatakan kau akan membunuhku, tapi hatiku berkata lain." ucap Abi sambil menatap wajah Ridwan.


"Jadi kau pilih yang mana kata hatimu atau firasat mu." ucap Ridwan sambil tersenyum manis melihat Abi.


Setelah mendengar hal itu Abi memasukkan hardisk kedalam dompetnya lalu mengambil senjata dan menembak ke arah Ridwan dan untungnya Ridwan cepat mengelak dari tembakan Abi.


"Dor.." Abi menembak Delon di bagian jantungnya dan Delon tersungkur di lantai.


Sedangkan Sani berlari dari tempat persembunyiannya dan menolong Ridwan.


Ali, dan Frenky melindungi Abi dan terus menembak kearah Ridwan dan Sani, dan dengan cepat Abi masuk ke dalam mobil dan disusul Ali dan Frengky dan meninggalkan Ridwan di tempat kejadian.


Malam harinya Ridwan berdoa di dalam sebuah gereja, tiba-tiba Sani datang dan masuk kedalam gereja mendekati Ridwan

__ADS_1


__ADS_2