
Setelah perbincangan singkat antara ke 2 orang tua nia dan gibran, gibran berpamitan untuk pulang karna waktu sudah semakin senja.
Dipanti tempat kitty mengantar tio untuk bertemu dengan ibu panti,
"Ada maksut apa.. nak Tio datang ke panti kami" ucap bu harum pengurus panti yang sudah menginjak usia 50 thn itu.
"Begini bu, saya dan keluarga saya berniat untuk menjadi donatur utama di panti ini" sahut Tio
Dalam hati kittu berkata "Ya Allah.. andaikan tio itu jodohku. Nggak akan pernah aku tolak".
"Masya Allah.. mulia sekali hati keluarga mu nakk.. dengan senang hati ibu mempersilahkan nak tio dan keluarga untuk menyumbang bagi anak anak disini, saya rasa anak anak pasti sangat senang mendengarnya" jelas bu harum
Setelah mereka mengobrol akhirnya, Tio berpamitan untuk pulang memberitahukan kepada orang tuanya bahwa panti ini telah setuju menerima kehadiran mereka.
" kalau begitu, saya pamit bu.. " ucapnya
" iya nak.. hati hati dijalan" jawab bu harum, bu harum pergi meninggalkan tio dan kitty berdua di teras panti.
" Kitty.. gue balik dulu.. makasih banget buat hari ini" kata Tio lembut
"Sama sama.. gue juga makasih lo mau nyumbangin sedikit harta keluarga lo buat adik adik gue.." sahut kitty terharu
"Lo belum tau aja.. gue dulu waktu kecil juga sama kaya lo.. "
"Maksutnya??" Tanya kitty heran
"Dulu.. gue.. juga anak yatim piatu.. ditinggal ayah dan ibu gue waktu gue kecil.. mereka meninggal" jelas tio sedikit sedih
"Eh.. sory sory.. gue nggak bermaksut bikin lo sedih"
"Gpp.. tapi gue seneng waktu gue diangkat sama orang tua sekarang. Gue udah punya orang tua lagi.. mereka baik sama siapapun.. gue ngerasa gue beruntung dapet orang tua angkat kek mereka" jelas tio
"Syukurlah" sahut Kitty
__ADS_1
"Yaudah deh.. gue balik dulu.. byee" ucap tio seraya melambaikan tangan menuju mobil nya
"(Tersenyum) wassalamualaikum" sahut Kitty
"Hehe.. maaf.. Assalamualaikum"
"waalaikumsallam"
Dilain sisi Pukul 20:00 WIB bu Yuri (ibu nia) memanggil nia di kamarnya, diketuk pintu kamar putri semata wayang nya itu.
"Tok.. tok.. tok niaa.. sayang" panggil bu yuri
"Iya bu" sahut nia dari dalam kamarnya
Nia membukakan pintu
"Ada apa bu?" Ucap nya
Selepas itu, nia menutup pintu kamarnya segera menemui ayah tercintanya di ruang tengah. Disana ayah dan ibunya terduduk seraya menunggu kedatangan nia,
"Ayah. Ibu.. ada apa? Kok kalian tegang gitu" kata nia ikut tegang
"Sini.. nia.. ayah mau ngomong sebentar" ucap pak hakim (ayah nia)
Kemudian nia duduk di kursi dekat tempat ayah dan ibu nya duduk
"Ayah.. mau tanya.. sepertinya nak gibran itu.. bukan islam?"
"Emm.. iya yah.." jawab nia
"Nia.. ayah dan ibu tidak akan pernah melarang kamu untuk berteman dengan siapapun dan dari agama apapun.. karna apa? Karna agama kita menjunjung tinggi toleransi antar agama.. yang ayah takut kan.. jika nanti nya mungkin kamu terpikat untuk pindah agama.. yang ayah lebih takut kan lagi.. jika nak gibran pindah ke agama kita bukan karna lillah.. bukan karna allah.. melain kan rasa cinta nya terhadap kamu" jelas pak hakim secara rinci
"Jadi maksut ayah?" Nia masih bingung
__ADS_1
"Maksut ayah.. jangan sampai kamu membuatnya ikut agama kita karna cinta nya kepadamu nak.. jangan.. jika dia ingin bersama mu.. biarkan dia menemukan arah tujuan nya terlebih dahulu. Dan yang paling penting tanpa paksaan siapapun" jelas pak hakim secara detail
Nia mengangguk mendengar penjelasan ayah nya, setelah itu nia berdiri pergi meninggalkan ke 2 orang tuanya.
Di dalam kamar nia meneteskan air mata, ia tak tau bagaimana harus membicarakan ini semua pada gibran. Pada kenyataan nya nia juga menyukai lelaki keren namun beda agama dengannya.
Di sepertiga malam, nia masih terjaga dari tidurnya. Kemudian ia beranjak ke kamar mandi untuk wudhu, lalu ia bergegas melaksanakan sholat tahajud. Ia berkata,
"Ya Allah.. yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, wahai Dzat yang Maha Membolak balikkan hati makhluk nya.. berilah hamba Mu ini petunjuk ya Robb.. apa yang harus hamba perbuat saat ini.. Hamba bingung Ya Robb.."
Selesai sholat dan berdoa, barulah nia beranjak tidur.
Keesokan hari nya, telah dimulai ujian UAS. Para mahasiswa mengerjakan soal UAS dengan tertib, Begitu pun nia dkk serta gibran dan Riko.
Hari hari dilewati dengan kegiatan sibuk masing masing, belajar kemudian ujian. Hingga saat uas di hari terakhir.
"Niaa.. " gibran memanggil nia yang berada di depannya agak jauh
Deg.. deg deg.. jantung nia berdegup kencang.
"Hai.. ada apa?" Ucapnya
"Kamu gak lupa kan? Hari ini hari terakhir uas.. dan besok.. kamu harus udah jawab pernyataan aku tempo hari" jelas gibran
"ii..ii.. iya.." nia tersenyum sedikit gugup
Dilain sisi, Riko berniat untuk mengutarakan perasaannya trhadap raya.
Namun dalam sekejap ia ragu, ragu jikalau ia ditolak sebab raya menyukai gibran...
Lalu..
BERSAMBUNG
__ADS_1