
Pada malam Jumat Kliwon pukul 01. 00 pagi tiba-tiba anjing menggonggong di jembatan Tol yang berdampingan dengan pantai, dan seperti biasa anak jalanan yang nongkrong, malam itu melihat mobil Fortuner berwarna hitam melintas dengan sangat kencang sehingga menabrak jembatan Tol sehingga mobil tersebut terjatuh kedalam laut.
Saat melihat kejadian itu para anak jalanan lalu terbangun dari tidurnya lalu berlari mendekati pantai.
Pagi harinya tempat kejadian perkara telah banyak di datangi polisi dan masyarakat setempat, Ridwan yang menangani kasus ini langsung berangkat ke TKP ( tempat kejadian perkara) dengan mobil dinasnya, dan sampai di jalan tol Ridwan menghentikan mobilnya.
Feri yang melihat Ridwan langsung berlari mendekati Ridwan.
"Selamat pagi pak." ucap Feri sambil menatap wajah Ridwan yang sedang keluar dari dalam mobilnya.
"Iya Feri." ucap Ridwan sambil menutup pintu mobilnya.
"Apa yang terjadi di sini?." ucap Ridwan sambil berjalan bersama dengan Feri ke dekat jembatan tol.
"Kecelakaan pak, mobil jatuh ke laut, saya sudah banyak mendengar tentang anda, satu kehormatan bisa bekerja dengan anda." ucap Feri sambil berjalan bersama Ridwan.
"Hem.."ucap Ridwan sambil memperhatikan jalan dan jembatan Tol yang telah rusak di tabrak mobil Fortuner berwarna hitam.
"Mobil itu melaju sangat kencang dan kemudian membanting setir, seperti... seperti ini langsung menuju ke laut." ucap anak jalanan yang bernama Niko sambil menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
"Saat itu kau berada dimana?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Niko.
"Saya duduk di sana pak." ucap Niko.
"Saksi yang lain?."ucap Feri sambil menatap wajah pak Yakub seorang gelandang yang sering tidur di dekat jembatan.
"Halo pak, hanya mobil itu yang ada di jalan." ucap Yakub sambil berjalan mendekati Ridwan.
"Apa ada sesuatu hal yang mencurigakan?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Yakub.
"Sama sekali tidak ada apapun dijalan saya melihatnya." ucap Yakub mencoba menyakinkan Ridwan.
"Pak kemari lah."ucap petugas kepada Ridwan
"Bawa tandu kesini." ucap petugas.
"Itu pengusaha terkenal bernama Herman." ucap Feri sambil menatap wajah Arman.
"Periksa tanda pengenalnya." Ridwan sambil menatap wajah Herman.
__ADS_1
"Pintu mobilnya terkunci, dia juga mengenakan sabuk pengaman." ucap petugas polisi yang lain.
"Memang dia pak." ucap Feri setelah melihat tanda pengenalnya.
Setelah itu jenazah Herman di bawa ke rumah sakit dan Ridwan mengurus semua laporan forensik nya.
"Terimakasih." ucap Ridwan sambil menerima surat laporan forensik dari pihak rumah sakit.
"Apa yang kalian lakukan disini, silahkan minggir." ucap Ridwan kepada reporter TV yang sedang berdiri di depan pintu sedang menunggu keluarga korban.
"Kita akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi." ucap Paman Herman kepada istrinya bernama Siti yang sedang duduk menangis.
"Silahkan tanda tangan." ucap Ridwan sambil memberikan laporan kepada Paman Herman.
"Apa yang terjadi dengan Rudi, supir kami?." ucap Siti sambil menatap wajah Ridwan.
"Tuan Arman menyetir sendirian?." ucap Ridwan sambil menatap wajah Siti.
"Apa, sendirian, bagaimana dengan Rinto asistennya dia selalu menemani Herman kemana saja?." ucap Siti sambil terkejut menatap wajah Ridwan.
__ADS_1
"Tidak ada orang didalam mobil, hanya Herman."ucap Ridwan sambil menatap wajah Siti.