Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Rencana kedua Adi dan Ridwan


__ADS_3

"Hai kau.. sedang apa kau di sana." ucap Ali berteriak kepada Ali yang menyamar sebagai petugas kebersihan.


"Membersihkan ruangan." ucap Adi membelakangi Fitri dan Ali.


"Nanti saja, sekarang keluar." ucap Ali dengan marah lalu Adi berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Lupakan yang terjadi lupakan Riko." ucap Ali sambil menenangkan Fitri.


Setelah kejadian itu Riko, Adi, Ridwan, Sani, Putri dan Dina nongkrong di sebuah kafe di Malaysia.


"Fitri walaupun sudah memberitahunya, Ali tidak berbicara apa- apa, aku tidak tau apakah dia takut padamu atau kepada hukum." ucap Sani kepada Riko.


"Aku rasa dia takut kepada polisi dan Riko." ucap Adi sambil tersenyum.


"Dan sekarang rencana kedua kita apalagi." ucap Putri sambil menatap teman-temannya.


"Sebentar, Riko kau belum makan sejak tadi pagi, kita akan bahas nanti aku akan ambil makanan dulu." ucap Dina sambil menatap wajah Riko.


"Kau di sini saja biar aku yang ambil." ucap Riko sambil berdiri dari tempat duduknya dan pergi mengambil makanan.

__ADS_1


"Ketika kau sangat mengkhawatirkannya, aku sangat mengkhawatirkan mu." Adi sambil menatap wajah Dina.


"Betul kata Adi kenapa kau tidak memberitahu Riko tentang perasaanmu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Dina.


"Perasaan apa.." ucap Dina sambil menunduk kepalanya.


"Jangan pura-pura kami para lelaki ini bisa membaca gerak gerik wanita, sekarang jujur sekarang kau Dina sedang jatuh cinta kepada Riko kan?" ucap Ali sambil tersenyum melihat Dina.


"Iya Adi kau benar." ucap Dina.


"Katakan saja padanya dan kalau kau membutuhkan bantuan ku." ucap Ali


"Riko datang." ucap Ridwan.


Lalu Riko menyuguhkan minuman dan makanan kepada teman-temannya


"Ayo minum." ucap Riko.


"Rencana kedua, boleh Ridwan berakting sedikit dulu." ucap Adi sambil menatap wajah Ridwan.

__ADS_1


"Boleh.. kau mau jadikan apa aku bisa kau kan tau kau itu adalah pekerjaan kita berdua." ucap Ridwan sambil tersenyum.


"Jadi ini rencananya besok pagi jam 10 Fitri akan meninggalkan hotel untuk berbelanja." ucap Adi .


Pagi jam 10 seperti biasa Fitri keluar dari hotel dan di jemput sebuah mobil yang datang menghampirinya, lalu seorang supir keluar dari dalam mobil, setelah itu Fitri masuk kedalam mobilnya dan menyetir menuju mall.


Disaat di pertengahan pintu gerbang hotel tiba-tiba Ridwan menghampiri mobil Fitri yang sedang berjalan dan tiba- tiba Fitri merem mobilnya.


"Kau akan dibunuhnya, pergilah, pergilah dia akan membunuhmu, hidup mu dalam bahaya Fitri." ucap Ridwan teriak kuat sehingga didengar pengawal Fitri lalu Ridwan di pegang pengawal Fitri dan disuruh keluar.


Saat mendengar kejadian itu Fitri langsung sangat terkejut dan langsung ketakutan, dan membatalkan acara shopping nya.


Lalu Fitri berlari masuk ke dalam kamarnya dan mencoba menenangkan dirinya dengan menggunakan obat yang terletak di meja hiasnya, pada saat Fitri mau meminum obat, tiba- tiba telpon berdering dan membuat obat terjatuh dari tangannya.


Lalu Fitri berjalan mendekati telpon dan menjawabnya.


"Halo.."ucap Fitri dengan nada ketakutan.


"Aku hanya ingin menyelamatkan hidupmu Fitri." ucap Ridwan.

__ADS_1


"Aku tidak ingin berbicara denganmu, kalau kau menelpon lagi aku akan memanggil polisi untuk menangkap mu." ucap Fitri berteriak sambil mematikan teleponnya.


__ADS_2