Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Kematian Wahyu


__ADS_3

Saat Wahyu ingin keluar dari ruangannya, tiba-tiba Ridwan sudah muncul di depan pintu ruangan Wahyu.


"Aku akan mengatakan dua patah kata dan sisa cerita yang kutanya kau yang menceritakannya, tentang pencucian uang Abi Khadafi." ucap Ridwan sambil menembakkan peluru meleset ke arah Wahyu.


"Abi Khadafi membawa uang gelap ke luar negeri dan dia adalah penghubung dari uang gelap tersebut, namun kau tak bisa menangkapnya, karena Abi Khadafi telah melarikan diri ke Malaysia."ucap Wahyu dengan ketakutan.


Tiba tiba muncul Niko dan berlari ke arah Wahyu.


"Niko.. Abi Khadafi sudah melarikan diri ke Malaysia." ucap Ridwan yang melihat Niko berlari mendekati mereka.


"Niko, keluarkan senjatamu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Niko.


"Sekarang tarik senjatamu."ucap Ridwan sambil menatap wajah Wahyu yang ketakutan.


"Tapi aku sudah ceritakan semuanya." ucap Wahyu sambil ketakutan.


"Niko.. tembak 2 peluru ke dia."ucap Ridwan kepada Niko yang sedang mengarah senjata ke arah Wahyu.


"Hey..hey.."ucap Wahyu gugup.


"Cepat tembak aku." ucap Ridwan kepada Niko.


"Apa maksudmu." ucap Niko sambil kebingungan melihat Ridwan sambil menurunkan senjatanya.

__ADS_1


"Peluru pertama tembak di kakiku di bagian mana saja, tapi jangan kena bagian paha atas dan hindari dari urat yang utama."ucap Ridwan sambil menunjukkan kakinya.


"Kalau tidak, aku akan mati kehabisan darah selama perjalanan." ucap Ridwan sambil menatap wajah Niko.


"Apa yang sedang kau bicarakan." ucap Wahyu dengan nada ketakutan.


"Peluru kedua di sebelah dari liver aku, kau harus memastikan menembaknya yang tepat." ucap Ridwan sambil menunjuk sebelah hatinya.


"Kamu sudah gila." ucap Wahyu.


"Tidak, bukan begitu, ini sesuai dengan sistem, aku datang jauh-jauh ke Thailand demi kau, namun aku harus memastikan bahwa pertemuan itu benar- benar ada." ucap Ridwan sambil menatap Wahyu


"Tapi mengapa kau ingin bertemu denganku." ucap Wahyu gugup sambil menatap Ridwan.


"Kau bukanlah seorang boneka Ridwan, kau tak bersalah, pikirkan lah." ucap Niko sambil menatap wajah Ridwan.


"Kenapa kau ingin mati, tak ada seorangpun yang beruntung bisa bertahan dan selamat ketika di tembak ditempat yang tepat." ucap Wahyu gugup.


"Niko, tembak." ucap Ridwan sambil menatap wajah Niko.


"Tembak." ucap Ridwan.


"Ah..ah.." teriak Ridwan sambil kesakitan dan memegang paha sebelah kanannya.

__ADS_1


"Aku sudah katakan jangan lakukan hal itu."ucap Wahyu sambil menatap wajah Niko.


"Tak usah merasa senang.. nanti akan tiba giliranmu." ucap Ridwan sambil memegang pahanya


"Aku.. mengapa aku..apa yang dia katakan."ucap Wahyu ketakutan dan berjalan ke arah Niko.


"Niko.. liver."ucap Ridwan.


"Tidak, tidak, tidak." ucap Wahyu dan Niko langsung menembak Ridwan di bagian sebelah liver.


"Jadi benar - benar, apa yang sedang terjadi." ucap Wahyu dengan rasa ketakutan melihat Ridwan kesakitan tertembak di bagian sebelah livernya.


"Sekarang pengadilan akan percaya, bahwa kau merebut senjata dari tangan Niko lalu menembak ku." ucap Ridwan sambil tersungkur di lantai.


mendengar hal itu Wahyu langsung berlari ke luar.


"Selamat tinggal Wahyu." ucap Ridwan sambil menembak jantung Wahyu dari belakang.


"Ah..." teriak Wahyu kesakitan lalu tersungkur di lantai.


"Niko.. letakkan senjatamu ditangannya." ucap Ridwan sambil tertidur dilantai karena menahan rasa sakit.


"Tapi dia telah menceritakan semuanya kenapa kita harus membunuhnya." ucap Niko sambil berlari ke mayat Wahyu.

__ADS_1


__ADS_2