
akhir nya nia quin dan andrian mereka duduk bersama sambil cerita dan sesekali tertawa karena nia bisa merubah suasana yang canggung menjadi heboh.
"sudah sore apa kalian belum mau pulang ,takut nya orang tua kalian nyariin"kata andrian sambil melihat quintiada henti seolah takut hilang dari pandangan kalau dia melihat ke arah lain.
"iya sebentar lagi kami pulang lagian kesini cuma nenangin pikiran saja"jawab nia sambil melirik quin yg melamun sambil lihat hp
"hemm quin dari tadi kamu banyak diam dan melihat hp terus pasti erwin ya yang chat kamu"tebak nia karena dia melihat quin melihat pesan di hp nya.
"kita pulang yuk sudah sore"quin memasukan hp kedalam tas nya tanpa membalas satu pun pesan dari erwin.
andrian pun ikutan bangun dan membayar semua pesanan mereka
"terima kasih sudah membayar nya"kata quin sambil senyum dan senyum manis itu membuat andrian susah tidur selalu terbayang wajah sicantik quin.
"iya tidak masalah,boleh aku antar kamu pulang"andrian memberanikan diri untuk mengantar quin pulang biar bisa lama lama sama quin.
"tapi aku bawa mobil"jawab quin sementara nia diam dan menyimak saja pembicaraan mereka karena dia masih kesal dengan erwin yang dia lihat tadi.
"aku ikutin saja dari belakang kalau begitu,apa boleh"tetap kekeh andrian mau mengantar quin.
"di bolehin saja lah quin lagian andrian kan bermaksud baik,dia mungkin khawatir sama kamu"nia yang menjawab karena dia lihat quin seperti keberatan.nia harap andrian adalah jodoh quin walau kelihatan dingin tapi seperti nya perhatian dan peduli sama quin.nia bisa melihat kalau andrian ada hati pada quin.
__ADS_1
"iya boleh kalau tidak merepotkan mu"akhir nya quin pasrah menerima tawaran andrian cowok tampan tapi dingin.nia senang melihat quin menerima ajakan andrian karena dia mulai tidak suka dengan apa yang di lakukan erwin hari ini.
mereka pun bersama sama menuju parkiran,nia masuk mobil lebih dulu dia melambai kan tangan pada quin sambil kasih jempol dan quin mengerti arti yang nia maksud,dia hanya membalas lambaian nia sambil bilang hati hati.
kini tinggal lah quin dan andrian mereka saling diam saling canggung.andrian memulai pembicaraan lebih dulu
"gimana kalau kita satu mobil saja"tanya nya pada quin
"terus gimana sama mobil ku"quin tanya balik sambil pura pura main hp untuk mengurangi rasa canggung.
"nanti aku suruh teman ku bawa,atau pakai mobil mu saja mobil aku yang tinggal disini"
"terserah kamu"kata quin pasrah,andrian tersenyum karena dia bisa dekat dengan perempuan yang dia cintai.
"silahkan masuk"kata andrian setelah membuka pintu mobil untuk quin.quin pun masuk sambil melempar senyum manis buat andrian.andrian pun duduk dan mulai menjalan kan mobil sambil dia menelpon teman untuk membawa mobil nya.setelah mobil jalan suasana semakin canggung tidak ada seorang pun yang memulai berbicara.quin hanya melihat kesamping jalan sedang kan andrian fokus ke depan.tidak tahan dengan suasana mencengkah si kulkas dingin mulai bicara
"apa kamu keberatan aku antar pulang"dia bertanya karena dia melihat quin seperti cuek sama dia.qui. langsung melihat ke arah andrian
"apa kita bisa berteman setelah ini"tanya andrian lagi dia berharap bisa setiap hari dekat dan melihat quin
quin senyum dan membalas pertanyaan andrian
__ADS_1
"terima kasih sudah mau mengantar dan aku,senang kita bisa berteman"
"baik lah mulai sekarang kita teman,kamu boleh cerita apa pun pada ku dan bila kamu butuh teman aku siap kapan pun kamu perlukan"andrian berkata sambil tersenyum pada quin dan itu semakin tampan saja.quin akui kalau andrian jauh lebih tampan dari erwin.
"terima kasih"jawab quin.dan mereka mulai akrab tidak canggung lagi bercerita dan bergurau sampai akhir nya mobil pun berhenti di depan rumah quin,satpam yang berjaga gerbang hari ini melihat mobil nona nya langsung saja membuka pintu gerbang dan dia melihat nona nya diantar cowok tampan.
"loh kok kamu bisa tahu rumah ku padahal tadi kan aku belum kasih alamat nya"quin penasaran kenapa bisa andrian tahu alamat rumah nya.
andrian hanya senyum saja
"kemarin aku diam diam ngikutin kamu dari belakang,kamu ingat waktu kita pulang malam malam dari habis nonton"jelas andrian sambil melihat quin yang kebetulan melihat kearah nya sehingga beberapa menit mereka saling bertatapan.
"terima kasih sudah peduli"jawab quin karena dia baru tahu kalau andrian membuntuti dia kemarin.
"gimana mobil mu apa teman mu langsung kesini jemput kamu"quin bertanya karena dia bingung andrian nanti pulang naik apa
"iya nanti dia jemput kesini,kamu masuk lah aku bisa nunggu di depan sampai teman ku datang"kata andrian langsung turun dan membuka pintu buat quin.perlakuan andrian membuat quin bisa tersipu malu.
"tunggu di dalam saja sambil minum nanti suruh saja teman mu masuk"kata quin gak mungkin dia tidak menawarkan masuk sedangkan tu cowok sudah rela mengantar dia pulang.
"baik lah"jawab andrian sambil mengikuti di belakang quin.
__ADS_1
...----------------...
tbc