
Anda tahu kalau. saya selalu siap, dan bahkan sekarang saya punya sebuah tim." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani.
"Oke... sampai jumpa." ucap pak Bambang sambil tertawa.
"Sampai jumpa pak." ucap Ridwan." sambil memutuskan teleponnya.
"Tunggu sebentar, aku akan pergi bertugas setelah cuti 2 minggu, sekarang aku ingin bersenang-senang, karena jika kau sudah bereaksi maka aku tak punya kesempatan lagi, satu hal ku peringatkan kau tentang kebiasaanmu, jika kau sampai melakukan hal-hal gila lagi, jadikan kebodohanmu bersama Abi adalah kesalahan terakhirmu, sekarang bibirmu harus membayar atas kecerdasanmu." ucap Sani sambil mengecup bibir Ridwan dan memeluknya, setelah itu Sani dan Ridwan kembali ke penginapan.
Pada pagi hari seperti biasa Ridwan selalu pergi dengan mobilnya berkeliling kota pada saat mau pulang Ridwan hampir menabrak seorang wanita cantik dan seksi yang bernama Novi yang sengaja melintas di depan Ridwan dengan mengendarai sepeda dan dengan cepat Ridwan menghentikan mobilnya.
"Hai apa yang kau lakukan." ucap Ridwan sambil melihat melihat ke arah Novi
"Iya.." ucap Novi sambil melepaskan headset yang ada di telinganya sambil melihat ke arah Ridwan.
"Bagaimana jika kau tewas." ucap Ridwan sambil marah.
"Lalu.." ucap Novi sambil membuka kaca mata hitamnya.
"Lalu." ucap Ridwan bingung,
__ADS_1
"Lalu, kau akan masuk penjara, senang bertemu denganmu, dah.." ucap Novi sambil tersenyum manis dan lalu pergi mengendarai sepedanya dan meninggalkan Ridwan yang kebingungan.
Keesokan harinya saat Ridwan ingin menaiki mobilnya, tiba - tiba Ridwan mendengar alunan musik piano dengan merdu yang berasal dari rumah tetangganya, lalu Ridwan berjalan kearah pintu yang terbuka dan melihat seseorang wanita yang sangat cantik dan seksi sedang bermain piano, Novi terus menari sambil memainkan piano, tiba-tiba Hendri datang menepuk pundak Ridwan dari belakang.
"Apa yang kau lihat." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan dengan menggunakan kacamata hitamnya.
"Aku..dia sangat pintar sekali bermain piano." ucap Ridwan sambil tersenyum dan gugup melihat Hendri yang sedang berdiri di belakangnya.
"Oh..ya.." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan.
"Aku tinggal di dekat sini." ucap Ridwan sambil menunjuk ke arah penginapannya yang saat itu Sani muncul sedang membuat jendela kamarnya.
"Itu pacarku." ucap Ridwan sambil tersenyum ke arah Hendri.
"Oh..ini istriku." ucap Hendri sambil melihat ke arah Novi yang berjalan mendekati Hendri.
"Hai." ucap Novi sambil mencium pipi Hendri.
"Hai sayang." ucap Hendri sambil merangkul pinggang Novi.
__ADS_1
"Hai, kamu." ucap Novi sambil menatap wajah Ridwan.
"Hai.." ucap Ridwan sambil menatap wajah Novi.
"Apakah kalian saling mengenal." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan.
"Iya.. kami sempat pernah bertemu dijalan." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri.
"Itu kecelakaan bukan pertemuan namaku Novi." ucap Novi sambil mengulurkan tangannya ke Ridwan.
"Aku Ridwan." ucap Ridwan sambil bersalaman dengan Novi.
"Halo." ucap Sani tersenyum sambil mendekati Ridwan.
"Sani ini tetangga kita, ini Hendri dan ini Novi." ucap Ridwan sambil menunjuk ke arah Novi dan Hendri.
"Senang bertemu dengan kalian." ucap Hendri sambil menatap wajah Sani.
"Itu rumah kalian." ucap Sani sambil menatap wajah Hendri.
__ADS_1
"Tapi semenjak kami berlibur ke sini, kami belum pernah melihat kalian." ucap Sani sambil menatap wajah Hendri dan Novi.