
"Jangan bicara sembarangan, Sani dia sedang berbohong katakan kapan kita ke sana." ucap Ridwan sambil berjalan mendekati Hendri.
"Pak polisi tanyakan pada dia apakah dia semalam meniduri istriku dialah yang telah melenyapkan istriku." ucap Hendri sambil berjalan mendekati petugas kepolisian Bangkok.
"Dia berbohong pak aku tidak melenyapkan istrinya, aku tidak melenyapkan dia." ucap Ridwan sambil mendorong Hendri dan menatap wajah pak petugas.
"Jawab aku apakah kamu semalam dengannya ia atau tidak." ucap pak petugas sambil menatap wajah Ridwan.
"Ia tapi.." ucap Ridwan dan mendengarkan pengakuan Ridwan Sani sangat terkejut.
"Ayo cepat borgol dia." ucap pak polisi Bangkok, lalu petugas memborgol Ridwan.
"Aku tidak menyangka kalau dia melihat istriku dengan pandangan yang buruk, oh.. Novi sayangku." ucap Hendri sambil menangis.
__ADS_1
Setelah itu Ridwan di bawa ke dalam sel penjara di Bangkok.
"Hei kau ada yang ingin bertemu denganmu." ucap petugas penjara Bangkok kepada Ridwan yang sedang duduk dilantai.
"Ayo cepat." ucap petugas penjara sambil membukakan pintu sel penjara, setelah itu Ridwan berjalan ke ruang tempat berkunjung para tamu, dan sangat terkejut Ridwan melihat Hendri yang datang.
"Kenapa kau datang kemari, kenapa kau menjebak ku, apa salahku padam." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri.
"Jadi karena itulah kau menjebak ku." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri.
"Iya.. setiap langkahku telah aku rencanakan." ucap Hendri sambil tersenyum manis.
"kurang ajar kau."ucap Ridwan sangat emosi melihat Hendri.
__ADS_1
"Hem... sekarang dengarkan aku baik - baik lakukan satu hal di pengadilan kau harus mengaku kau yang telah melakukannya, maka kau tidak akan diberikan hukuman berat malahan hukum penjara seumur hidup saja, paling lama hanya 14 tahun saja dan kau akan dapat bayaran 14 juta dollar dan aku akan memberikan Sani satu juta dolar untuk setiap tahunnya, kau bahagia Sani juga bahagia sampai ketemu di pengadilan.' ucap Hendri sambil tersenyum manis kepada Ridwan lalu berjalan keluar dari dalam sel penjara dan meninggalkan Ridwan.
Keesokan harinya semua orang telah berkumpul di pengadilan dan para tamu duduk di tempat yang telah disediakan, pak hakim, pengacara penuntut mulai memakai mikrofonnya.
"Karena tertuduh orang Indonesia dan yang melapor orang Indonesia maka persidangan ini akan dilakukan dengan bantuan penterjemah."ucap petugas penterjemah bahasa Indonesia.
"Silahkan, sidang di mulai."ucap pak hakim, dan kemudian pengacara penuntut Hendri yang warga Bangkok mulai berbicara.
"Melihat bukti dan mendengar saksi - saksi maka cerita pembunuhan Novi sudah jelas, Novi dan Hendri sudah jelas tetangga Sani, tetapi mereka juga teman akrab." ucap petugas penterjemah bahasa Indonesia sambil menatap wajah pak hakim.
"Yang mulia pada malam hari pembunuhan
adalah hari ulang tahun Hendri dan ke empat teman pergi ke restoran untuk merayakannya,pada pukul 01:30 mereka pun pulang, Sani dan Novi pulang ke rumah masing-masing dan setelah itu Ridwan dan Hendri minum lagi di luar rumah mereka, mereka selesai minum pukul 02:30 tetapi Ridwan masih mau minum lagi, oleh karena itu dia mengajak Hendri ke Bandara." ucap penterjemah bahasa Indonesia sambil menatap wajah pak hakim.
__ADS_1