
"Coba tenanglah." ucap petugas polisi kepada Hendri yang ingin berusaha mengejar Sani dan Ridwan.
"Tolong.. tolong.." teriak Sani sambil berjalan besama dengan Ridwan yang mengarah senjata kepada Sani.
"Cobalah kalian memahami keadaan ini dia tidak akan mungkin membunuh calon istrinya sendiri, aku mohon kejar dia, tangkap dia jangan tahan aku." ucap Hendri sambil berteriak-teriak dan melihat ke arah Ridwan dan Sani yang telah keluar dari dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya.
"Tenanglah..tenanglah." ucap petugas polisi dan setelah itu melepaskan Hendri, setelah itu Sani dan Ridwan berlari keluar dari rumah Hendri dan melihat ada mobil Hendri di halaman rumahnya.
"Ayo naik ke mobil." ucap Ridwan sambil berjalan masuk ke dalam mobil
"Iya." ucap Sani sambil berlari masuk ke dalam mobil dan dengan cepat Ridwan langsung melarikan diri dengan mobil Hendri.
Melihat kejadian itu pak Joko keluar dari dalam rumahnya dan berjalan mendekati mobil polisi.
__ADS_1
"Semoga mereka baik - baik saja." ucap pak Joko sambil mengempiskan mobil polisi.
Kemudian polisi berlari mendekati pak Joko.
"Kemana mereka pergi." ucap petugas polisi sambil memegang pistol ditangannya.
"Kearah sana pak." ucap pak Joko sambil menunjuk ke arah yang salah.
"Ayo kita pergi." ucap petugas polisi kepada temannya.
"Ha..sial." ucap petugas polisi dengan nada kesal.
"Kami melaporkan ada seseorang yang melarikan diri dengan mobil mereka harap semua siaga, harap semua siaga." ucap petugas polisi dengan menghubungi ke kantornya.
__ADS_1
Kemudian di perjalanan Ridwan dan Sani di kejar oleh mobil polisi, dengan cepat Ridwan melewati rel kereta api dan saat itu juga rambu lalu lintas kereta api tertutup dan kereta api melintas sehingga mobil polisi berhenti.
Setelah kereta api jauh rambu lalu lintas mulai terbuka sendirinya, setelah itu mobil polisi melewati rel kereta api dan di persimpangan jalan ada dua jalur satu jalur ke jalan raya dan satunya lagi jalur ke pabrik kayu, dan polisi' bingung ke jalur mana Ridwan di cari, sedang Ridwan telah bersembunyi di balik tumpukan kayu yang banyak.
"Dia telah berhasil kabur, ayo kita cari ke sana disini tidak ada siapa-siapa." ucap petugas polisi sambil menyetir mobilnya ke jalur jalan raya, setelah itu dari kejauhan Ridwan mengintip polisi memastikan polisi telah pergi.
"Apakah kau menemukan sesuatu dari rumah Hendri." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan yang lagi bersandar di mobil.
"Tidak.. aku tidak menemukan apa-apa karena dia telah merencanakannya sejak awal kurang ajar."ucap Ridwan sambil membalikkan badannya kearah mobil lalu memukul mobil dengan sangat kuat sehingga laci dashboard mobil terbuka sendirinya dan keluar sebuah buku berjudul KEBETULAN lalu Ridwan mengambil buku itu.
"Yang dikatakan si licik itu benar di dunia ini tidak ada yang terjadi dengan kebetulan." ucap Ridwan sambil melempar buku itu sangat kuat ke tembok pabrik, lalu sebuah tiket jatuh di hadapan Sani, lalu Sani berjalan ke arah tiket dan mengambilnya.
"Boarding pass, Ridwan di dalam ini ada sebuah boarding pass." ucap Sani sambil memberikan boarding pass kepada Ridwan.
__ADS_1
"Boarding pass atas nama Novi 29 Desember 2021, Geneva ke Zurich."ucap Ridwan sambil mengingat tanggal itu.