
"Inilah saatnya mengumumkan hasil kompetisi kontes kecantikan antar kampus, tamu agung yang kami hormati bapak menteri negara pendiri partai politik masyarakat Indonesia (PMI), pak Joyo Kusumo hadir disini." ucap pembawa acara setelah itu pak Joyo Kusumo berjalan naik ke atas panggung.
"Salam, salam semuanya." ucap pak Joyo Kusumo dan semua para tamu bertepuk tangan.
"Mereka meminta ku jadi juri, untuk kompetisi kecantikan tapi aku tolak, aku tidak suka kontes kecantikan, apa itu kecantikan? Kecantikan adalah batin, keindahan jiwa, jika itu ada kau tidak perlu banyak hiasan atau krim atau lainnya." ucap pak Joyo Kusumo dan mendengar hal itu semua para tamu bertepuk tangan.
"Maaf pak." teriak Luna yang sedang berdiri bersama peserta yang lain.
"Ya." ucap pak Joyo Kusumo sambil melihat arah suara itu dan para kontestan mulai bergeser posisi agar Luna terlihat oleh pak Joyo Kusumo.
"Maaf tidak setuju." ucap Luna sambil berdiri.
"Luna, diam." ucap panitia sambil berjalan mendekati Luna.
"Tidak, tidak jangan hentikan dia jangan tekan kebebasan berekspresinya, biarkan dia berbicara." ucap pak Joyo Kusumo sambil melihat ke arah Luna dan panitia.
__ADS_1
"Baik pak." ucap panitia.
"Silahkan maju, silahkan." ucap pak Joyo Kusumo mendengar hal itu Luna kemudian di beri mikrofon oleh panitia dan berjalan di dekat pak Joyo Kusumo.
"Terimakasih pak." ucap Luna sambil tersenyum.
"Izinkan aku untuk bertanya berapa banyak foto - foto tuhan di rumah kalian?." ucap Luna dan mendengar hal itu kemudian semua orang lalu menuju tangan ke atas.
"Tuhan tidak terlihat oleh kita, tapi apa kita tidak merasa peduli akan penampilannya, tidak kita menginginkan tuhan yang menawan, jadi kecantikan adalah tuhan."ucap Luna dan semua para tamu bertepuk tangan.
Dan tak berapa lama dr. Indra menghampiri Luna yang sedang berjalan dengan teman-temannya.
"Bagaimana kabarmu?, kau benar Luna semua orang suka dengan hal-hal yang indah." ucap dr. Indra sambil menatap wajah Luna.
"Terimakasih dr. Indra."ucap Luna dengan wajah sinis.
__ADS_1
"Aku sangat suka padamu Luna." ucap dr. Indra sambil memberikan sekuntum bunga mawar.
"Mawar itu sangat indah, tapi saat di tanganmu sangat menjijikkan, mengerti?." ucap Luna dengan sombongnya dan melihat hal itu dr. Indra lalu menurun tangannya dan Luna pun pergi berjalan meninggalkan dr. Indra.
"Kenapa kau amat kasar padanya?, dia jenius makalah kuliahnya di setujui universitas Amerika serikat dia sangat cerdas." ucap teman Maria bernama Melati
"Apa otak itu terlihat? hanya wajah." ucap Luna sambil melirik ke arah dr. Indra yang berdiri di belakangnya.
"Terserah kau?." ucap Melati
Saat berjalan keluar tiba-tiba tiga orang pemuda anak buah Joyo Kusumo menghampiri Luna.
"Dia wanita itu, tangkap dia." ucap anak buah Joyo Kusumo sambil mendekati Luna dan teman - temannya.
"Apa semua ini." ucap Luna sambil kebingungan dan Luna di suruh masuk kedalam mobil dan saat duduk di mobil Luna melihat pak Joyo Kusumo.
__ADS_1
"Apa ini?, apa karena aku menentang mu di panggung kau mengancam ku sekarang?." ucap Luna sambil menatap wajah Joyo Kusumo.