
Saat Hendri berjalan mendekati Ridwan dengan cepat Ridwan menendang dada Hendri sehingga Hendri terhempas ke dinding. lalu Ridwan berdiri dan berjalan mendekati Hendri dan memegang kerah baju Hendri lalu keduanya berguling di tempat tidur sampai keduanya terjatuh dilantai.
Dengan cepat Hendri memukul bagian perut Ridwan, sehingga Ridwan melepaskan tangannya dari kerah baju Hendri.
"Ha.." dengan cepat Ridwan membalas pukulan Hendri dengan kayu yang terletak di dekat meja.
"Ha.."ucap Hendri, lalu Hendri dengan cepat menarik kerah baju Ridwan lalu mendorong dengan kuat sehingga Ridwan tersungkur di lantai, setelah itu Hendri mengambil pistol yang ada di laci lemarinya.
Dan betapa terkejutnya Hendri pistol yang ada di dalam lemarinya hilang, lalu Ridwan menendang laci lemari itu dengan kakinya.
"Benda yang kau cari ada disini." ucap Ridwan sambil memutar pistol dengan jari telunjuknya, lalu mengarahkan kearah Hendri.
"Apa kau tidak tahu bahwa kau seharusnya tidak bisa menyimpan senjata yang berisi peluru di sembarangan tempat, kalau tidak rencananya bisa gagal." ucap Ridwan sambil menarik baju Hendri lalu mendorongnya dengan kuat.
__ADS_1
"Katakan kenapa kau menjebak ku dalam pembunuhan Novi." ucap Ridwan sambil mengarahkan pistol kepada Hendri.
"Kau tidak bisa membunuhku kau bukan pembunuh akulah pembunuh, sedangkan kau sedang mencari bukti untuk membuktikan kau tidak bersalah dan kau tidak akan pernah mendapatkannya." ucap Hendri dan tanpa disadari Hendri Sani telah ada di belakangnya dan mendengarkan apa yang dikatakan Hendri kepada Ridwan.
"Kau tidak bisa pergi dari sini ada polisi." ucap Hendri sambil menendang guci yang terbuat dari kaleng kearah kaca jendela.
"Dar...ayo kita lihat." ucap polisi keluar dari dalam rumah pak Joko dan berlari masuk ke dalam rumah Hendri.
"Aku akan pergi dihadapan mu dan juga polisi, petugas polisi tidak akan menahan ku tapi dia akan menahan mu." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri dan setelah itu Sani berjalan ke samping Hendri.
"Sani kemari lah." ucap Ridwan sambil mengarahkan pistol ke arah Hendri.
"Jangan Sani, jangan mendekati dia, dia berbahaya dia akan membunuhmu kerena dia seorang pembunuh." ucap Hendri sambil memegang lengan tangan Sani.
__ADS_1
"Yang pembunuh itu adalah kau." ucap Sani dan sangat terkejut Hendri mendengar perkataan Sani kepada dirinya, lalu Sani berjalan menjauh dari Hendri.
"Orang yang sepertimu bisa membunuh istrinya sendiri tapi Ridwan bukan seperti itu." ucap Sani sambil mendekati Ridwan, dan petugas polisi mendekati Hendri.
"Tangkap dia." ucap Hendri kepada petugas polisi yang telah mengarah pistol ke arah Ridwan.
"Tunggu." ucap Ridwan langsung merangkul leher Sani dan mengarahkan pistol kearah Sani, melihat itu petugas polisi langsung menurunkan senjatanya.
"Jangan - jangan buang senjata kalian, dia tidak akan melenyapkannya, karena dia adalah istrinya tangkap dia." ucap Hendri sambil menatap wajah polisi.
"Tidak..dia adalah penjahat dia bisa saja melenyapkannya." ucap petugas polisi kepada Hendri. mendengar hal itu Hendri berjalan kearah Ridwan dan Sani dengan cepat petugas polisi menghentikan langkah Hendri dengan menarik lengan tangannya.
"Tolong... tolong.. tolong" teriak Sani kepada petugas polisi sambil berjalan dengan leher yang dirangkul Ridwan.
__ADS_1
"Kalian jangan bodoh.. dia telah mencoba membodohi kalian."teriak Hendri sambil berusaha melepaskan tangan petugas dari lengannya.