
"Jika kau tidak menyukai mereka, kau punya tv, game, buku." ucap Angga sambil berjalan ke meja makan lalu duduk di kursinya.
"Berapa lama aku bisa menonton TV bahkan itu membosankan bisakah aku melamar pekerjaan?." ucap Serly sambil menghidangkan makanan kepada Angga.
"Aku tidak butuh itu, tidak perlu pergi bekerja." ucap Angga sambil terhenti makan dan menatap wajah Serly.
"Sekarang kita hanya berdua, setidaknya sampai aku melahirkan bayi kita, bisakah aku pergi bekerja?." ucap Serly sambil menatap wajah Angga.
"Sudah saya katakan tidak perlu." ucap Angga sambil berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Serly.
Saat Serly ingin membuang sampah tiba-tiba
"Serly, kenapa kau melakukan pekerjaan pembantu." ucap pak Amri yang berada di dalam mobilnya.
"Selvi off selama 2 hari terakhir itu sebabnya." ucap Serly sambil membuang sampahnya ke dalam tong sampah.
"Dia tidak bekerja dengan baik, padahal kita telah menggaji dia, tidak datang bekerja dan gadis yang tidak berguna." ucap pak Amri sambil keluar dari dalam mobilnya.
"Terlepas dari gaji yang diberikan, jika anda mengharapkan sesuatu yang lain bagaimana dia akan datang?, berada di flat yang berlawanan apakah anda pikir itu akan luput dari perhatian?, lihat lain kali anda melakukan ini aku akan memberitahu bibi." ucap Serly sambil menatap wajah pak Amri, setelah itu Serly pergi meninggalkan pak Amri.
__ADS_1
"Ayo." ucap Sabina sambil melirik ke sekeliling flat.
"Jangan bertemu di lagi." ucap Sabina sambil menatap wajah lelaki misterius.
"Mengapa?." ucap lelaki misterius sambil berdiri di depan pintu rumah Sabina.
"Flat berikutnya Serly dia mengetahui hubungan kita, aku takut jika dia memberitahu tentang kita kepada ibuku." ucap Sabina sambil melirik ke sekeliling flat.
"Santai saja, jangan takut untuk semua ini, aku akan menjaga." ucap lelaki misterius sambil berjalan santai dan meninggalkan Sabina.
Saat lelaki misterius di depan pintu Serly tiba-tiba Diana keluar dari dalam rumahnya.
"Kamu siapa." ucap Diana sambil menatap wajah lelaki misterius.
"Serly telah pergi ke rumah sakit, siapa kamu baginya?." ucap Diana sambil menatap wajah lelaki misterius.
"Katakan padanya aku teman dekatnya." ucap lelaki misterius sambil tersenyum manis.
"Aku akan memberitahunya jika dia telah datang." ucap Diana sinis.
__ADS_1
"Terimakasih." ucap lelaki misterius sambil berjalan meninggalkan Diana.
Serly yang bersama Angga di rumah sakit sedang melakukan pemeriksaan kandungan.
"Ya, Serly hamil." ucap dokter sambil berjalan ke tempat duduknya.
"Saya tidak perlu memberitahu anda tentang diet yang anda harus ikuti saat ini." ucap dokter sambil menulis resep obat untuk Serly.
"2 Juni, Juli, Agustus." bisik Angga dalam hati sambil menghitung kehamilan Serly dengan jari tangannya.
"Hindari semua perjalanan panjang berolahraga teratur." ucap dokter sambil memberikan kertas resep.
"Ring..ring." telpon berdering
"Permisi, selamat malam dokter." ucap dokter sambil mengangkat teleponnya.
"Tidak bisakah kau mengucapkan terima kasih kepada dokter?" ucap Serly sambil tersenyum manis kepada Angga.
"Tentu, dia sangat benar mengatakan 3 bulan 10 hari, saya harus berterima kasih padanya untuk semua ini." ucap Angga sambil menatap wajah Serly yang kebingungan.
__ADS_1
"Terimakasih dokter." ucap Angga sambil tersenyum manis.
Sedangkan lelaki misterius telah berada di parkiran dan saat menaiki sepeda motornya tiba - tiba satpam pak Anto melihatnya.