Cinta Beda Agama

Cinta Beda Agama
Hendri mengajak Ridwan ke Mauritius


__ADS_3

Saat Nova sedang memakai baju, Ridwan dengan cepat keluar dari kamar Nova, dan tiba-tiba Nova sudah keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian yang ingin dibelikan Ridwan untuk Sani.


"Ridwan.." teriak Novi, dan Ridwan menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya kearah Novi.


"Kapan kau datang." ucap Novi sambil berjalan menatap wajah Ridwan yang agak gugup.


"Aku baru datang, aku kemari ingin mengembalikan buku." ucap Ridwan gugup sambil memberikan buku kepada Novi.


"Bagaimana menurutmu." ucap Novi sambil berjalan mendekati Ridwan.


"Ya .. bagus sekali, sangat menarik." ucap Ridwan gugup melihat Novi.


"Kenapa kau tidak menyimpannya saja." ucap Novi sambil menatap wajah Ridwan dengan menggoda.


"Tidak.. terimakasih aku sudah membacanya." ucap Ridwan sambil memberikan buku itu kepada Novi lalu Ridwan berjalan kearah pintu keluar.


Saat di depan pintu ternyata Hendri sedang berdiri.

__ADS_1


"Kau.." ucap Ridwan terkejut melihat Hendri.


"Seharusnya aku bertanya padamu apa yang kau lakukan disini." ucap Hendri sambil menatap wajah Ridwan.


"Dia datang untuk mengembalikan buku ini." ucap Novi sambil mendekati Hendri.


"Dan aku malah ke rumahmu, ayo dengar mari kita buat rencana, untuk liburan Natal yang akan datang disini kan agak dingin, ayo kita ke Mauritius island di sana ada matahari, laut, pantai yang indah 25 ribu dollar untuk sepasang kekasih, itu sudah penginapan." ucap Hendri sambil mengeluarkan brosur dari dalam kopernya.


"Wow...itu pasti menyenangkan." ucap Novi sambil tersenyum menatap wajah Hendri.


"Dan minum makan juga." ucap Hendri sambil menunjuk brosur nya.


"Kenapa, apa masalahnya." ucap Hendri menatap wajah Ridwan.


"Tidak ada masalah, maaf kalian saja yang pergi." ucap Ridwan sambil menatap wajah Hendri.


"Bagus kau menolak untuk pergi ke Mauritius Island karena orang bodoh saja yang pergi ke Mauritius Island orang yang benar hanya pergi ke supermarket." ucap Sani sambil memasukkan barang belanjaannya ke keranjang.

__ADS_1


"Karena setelah pulang aku harus memasak dan istirahat itu saja yang aku lakukan orang - orang bodoh." ucap Sani sambil mengambil biskuit untuk hewan.


"Kau salah mengambil biskuit untuk hewan." ucap Ridwan sambil memegang biskuit.


"Ya..ya.anjing dan kucing lebih beruntung daripada aku karena pemiliknya lebih suka mengajak mereka jalan-jalan, sedangkan aku menempel seperti cicak." ucap Sani sambil marah kepada Ridwan.


"Semua orang mendengarkan kita." ucap Ridwan sambil menenangkan hati Sani.


"Mereka tidak akan mengerti karena mereka orang Inggris." ucap Sani sambil menatap wajah Ridwan.


"Tenang..tenang." ucap seorang lelaki tua yang datang menghampiri Sani dan Ridwan.


"Benarkan." ucap Ridwan sambil menatap wajah Sani, setelah itu Ridwan dan sani lalu pulang ke rumah dengan mobilnya.


"Sani ini bukan uang 25 dolar, sebenarnya aku punya uang 50 dolar ditabungkan ku tapi kita tidak bisa membuang uang seperti yang dilakukan oleh Hendri dan Novi." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.


"Kau kan tahu kalau kita harus mempersiapkan biaya pernikahan kita, kalau kita udah punya tabungan yang cukup maka aku akan janji akan mengajakmu kemana saja yang kau mau." ucap Ridwan sambil melirik ke arah Sani.

__ADS_1


"Ya..ya setelah aku tua kan?." ucap Sani sambil merajuk.


"Sani tolonglah, jangan seperti anak kecil cobalah untuk memahami ku." ucap Ridwan sambil menyetir mobilnya.


__ADS_2