
"Itu kepribadianku dan itu mantra nya, dan itu berhasil." ucap Ridwan sambil meminum minumannya.
"Seksi, tuhan menciptakan dirinya sambil menghirup kopi dingin." ucap Ali sambil meminum minumannya.
"Biarkan saja percuma kau mengeluh." ucap Ridwan sambil menatap wajah Ali.
"Tak di ragukan aku melihat ibu Nova sangat seksi kau tak merasa seperti itu?, bicara yang jujur." ucap Ali sambil menatap wajah Ridwan.
"Aku merasa seperti itu, tapi dia istri bos kita." ucap Ridwan sambil meminum minumannya sambil melihat ke arah Nova.
"Itu yang disayangkan Ridwan, dia istri seorang pria yang berusia 70-75 tahun seseorang harus memberitahu orang tua itu bahwa viagra tidak akan berpengaruh padanya di usia ini." ucap Ali sambil tersenyum bersama Ridwan.
"Apa yang kalian bicarakan sobat." ucap pak Robert sambil berjalan mendekati Ridwan dan Ali.
"Selamat malam pak." ucap Ali sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Selamat malam." ucap pak Robert.
"Pak, Ali mengatakan banyak pujian untukmu." ucap Ridwan sambil melirik ke arah Ali.
__ADS_1
"Pujian?." ucap pak Robert.
"Kapan aku melakukan itu?." ucap Ali dengan gugup sambil menatap wajah Ridwan.
"Mengapa kau malu? katakan padanya." ucap Ridwan sambil tersenyum melihat Ali.
"Tidak pak aku hanya bercanda saja." ucap Ali dengan gugup.
"Kau bercanda, biarkan aku mendengarnya juga." ucap pak Robert sambil menatap wajah Ali.
"Aku.. sebenarnya." ucap Ali dengan gugup.
"Pak aku mengatakan kau dan ibu Nova pasangan yang sangat serasi." ucap Ali sambil menatap wajah pak Robert.
"Ini bercanda?." ucap pak Robert sambil menatap wajah Ali.
"Tidak, maksud ku ibu Nova sangat cantik." ucap Ali sambil menatap wajah pak Robert.
"Dan aku." ucap pak Robert sambil menatap wajah Ali
__ADS_1
"Kau sangat anggun pak, dan sangat enerjik dan kau sangat muda, maksudku sampai 35 tahun lagi umurmu akan satu abad." ucap Ali mendengar hal itu Ridwan langsung membalikkan badannya.
"Hahaha." tertawa pak Robert dan di susul tertawa Ridwan dan Ali.
"Selamat malam semuanya." ucap Nova sambil berjalan dengan memegang mix dan semua para tamu bertepuk tangan.
"Terimakasih atas perhatiannya, malam ini, kapal ini dan laut ini, hari ini dalam suasana yang indah ini tak ada bos maupun karyawan di sini hari ini kita semua satu, jadi ayo kita buat malam yang indah ini menjadi lebih indah." ucap Nova sambil tersenyum manis kepada para tamu.
"Yeah.." teriak para tamu sambil bertepuk tangan.
"Gelombang laut yang liar akan menunggu menelan kalian jadi, hadirin sekalian, kuatkan diri untuk cinta." ucap Nova sambil music pun berbunyi dan semuanya para tamu berdansa.
Ridwan mulai berdansa dengan Sani sedangkan Nova berdansa dengan pak Robert, saat berjoget ria Nova langsung mendekati Ridwan.
"Ketika cinta melebihi batas, rasa sakit mulai meningkat nafas." ucap Nova sambil menatap wajah Ridwan.
"Tapi jika rasa sakit berembun dan sejuk tubuh mulai terbakar dan akan ku bawa kapal hatiku berlayar di jurang ini, aku bersumpah." ucap Nova sambil berjalan mendekati pak Robert.
"Jika cinta sejati ada dalam hati kapal cinta dapat melewati badai laut gelombang terus datang, gelombang terus pergi, mereka merasa tidak tersakiti akan ku bawa kapal hati berlayar di jurang ini aku bersumpah." ucap Ridwan sambil memegang kepala Sani.
__ADS_1