
di sudut sana seorang cowok sedang memperhatikan quin dan nia.
"kamu lihat apa sih dari tadi"tanya salah satu teman nya
"eh tidak..tidak lihat apa apa cuma lihat pengunjung saja ternyata ramai juga"kata cowok tersebut.
toni yang mendengar pembicaraan teman nya itu ikut melihat arah pandang teman nya tersebut dan dia pun melihat quin sama nia kebetulan mereka berdua pun melihat toni melambaikan tangan dan dibalas juga sama nia.
"ayo kita gabung sama tu cowok mumpung si teman erwin itu melihat dan melambaikan tangan nya jadi tidak malu juga kalau kita kesana"cengir nia ngajakin quin yang hanya diam saja tapi tetap ngikutin langkah kaki nia.
"kamu tu ya jadi gimana sama nonton jadi apa tidak"jawab quin
"jadi dong tapi setelah dari meja cowok cowok ganteng itu"kata nia memasang tampang genit dan di balas cubitan kecil dari quin.beberapa langkah lagi mereka sampai kemeja toni
"ton kamu kenal ya sama tu cewek berdua"tanya teman nya yang sedari tadi asyik melihat quin
"iya ton kelihatan nya mereka mau nyamperin meja kita"balas teman nya satu lagi
"kalau tidak kenal tidak mungkin aku melambai kan tangan pada mereka"jawab toni acuh dan dia pun terus melihat ke arah nia.seperti nya si toni suka sam nia teman quin.
"hay..kamu teman nya erwin kan"sapa nia sok akrab terhadap toni sambil mengulur kan tangan nya.dan di sambut toni sambil berkata
"iya aku toni tapi erwin tidak bisa gabung sama kita"jawab toni kepada mereka berdua
"eh ton kenalin dong kita kita"kata teman teman toni yang memperhatikan dua cewek tersebut.
"oh ya kenalin ini teman teman aku"jawab toni memperkenal kan teman nya yang ada lima orang tersebut.
"hay aku bram"kata kata salah satu nya
__ADS_1
"aku nia dan ini sahabat ku quin"nia membalas sapaan bram
mereka pun saling berkenalan.
"oh iya yang ini nama nya andrian"kata toni memperkenal kan cowok yang sedari tadi memperhatikan quin dan juga yang paling ganteng diantara keenam cowok tersebut.
"aku andrian panggil rian juga boleh"rian mengulur kan tangan di hadapan quin dan quin pun menyambut uluran salam si rian
"aku quin"balas quin singkat.
andrian masih belum melepas kan salaman tersebut
hingga beberapa detik kemudian nia mengganggu keheningan tersebut dengan berdehem.
"hmm...udah dong salaman nya giliran aku kapan nih"canda nia menyadarkan andrian
"oh iya maaf..maaf"kata nya sambil melepas tangan quin.quin hanya tersenyum dan menurut andrian itu senyum termanis yang bisa membuat jantung nya dag dig dug.
"nia,kita boleh gabung gak"jawab nia santai sok akrab.
nia emg bisa mengubah suasana canggung.
"silah kan dengan senang hati"jawab toni sambil melihat nia.
nia dan quin duduk bersebelahan dengan toni karena hanya itu tempat yang kosong.
kebetulan quin duduk berhadapan dengan andrian.sebenar nya quin menyadari kalau andrian sedari awal dia datang terus saja memperhatikan nya.
"dibawah meja tangan nia mencolek paha quin memberi isyarat kalau andrian memperhatikan quin tanpa berpaling kearah lain.
__ADS_1
quin hanya senyumin saja isyarat nia karena dia sendiri pun menyadari nya.
"kalian mau pesan apa,silah kan pesan aja"kata toni menawar kan makanan
"tidak usah sebelum kesini kita udah makan kok"jawab nia cepat karena perut nya masih kenyang.
"kita kesini sih pengen nonton tapi jalan jalan dulu hehee"sambung quin.
jangan lupakan seperti apa jantung andrian melihat senyum manis dan wajah cantik quin,seperti mau jatuh rasa nya jantung andrian.
"gimana kalau habis ini kita nonton bareng"tawar toni dan di anggukin sama semua nya.
"kalian teman nya erwin "mulai otak kepo nia kambuh
"kalian kenal erwin juga"tanya salah satu teman toni yang bernama bram.
"ya kenal lah kan quin ini pacar nya erwin"ucap nia santai,dan membuat andrian yang lagi minum tersedak.
"pelan pelan dong minum nya"kata bram sambil menggosok belakang andrian.
andrian diam dan terus saja memperhatikan quin.
"kalian sudah lama pacaran"tiba tiba saja andrianbuka suara dan langsung bertanya pada quin.quin yang di tanya tiba tiba hanya terdiam sesaat karena terkejut cowok yang sedari tadi memperhatikan nya tiba tiba bicara pada nya.
"jawab dong nia,tuh cowok lagi nunggu jawaban mu"senggol nia membuat quen jadi merasa bersalah
"maaf..belum sampai satu bulan kita pacaran"jawab quin pelan karena andrian tidak berhenti memperhatikan diri nya.
lama lama bisa bikin quin salah tingkah.
__ADS_1
...----------------...
tbc